banner 728x250

Kota Semarang Berpotensi Terdampak La Nina, Awal Tahun 2021

  • Bagikan
Dari.kiri : Ketua Pusat Studi Bencana Unnes Semarang, Rahma Hayati.  Kepala BPBD Kota Semarang, Rudianto. Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman
banner 468x60

Semarang, Kicaunews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat sejumlah daerah berpotensi tinggi banjir selama musim hujan kali ini, tidak terkecuali Kota Semarang, yang diperkirakan akan benar-benar terdampak La Nina di bulan Januari 2021, bersama dengan daerah lain seperti Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Kendal, Tegal.

Dampak La Nina sendiri berupa bencana hidrometeorologi banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan puting beliung yang berpotensi mengancam sektor pertanian, perhubungan (transportasi), Infrastruktur, Kesehatan, dan keselamatan masyarakat. Dengan demikian, perlu mitigasi sejak dini, sosialisasi kepada masyarakat, dan eksekusi dari stakeholder baik dari segi non fisik maupun infrastruktur fisik.

banner 336x280

Kementerian Dalam Negeri telah meminta, seluruh pemerintah daerah untuk bersiaga menghadapi banjir dan longsor akibat cuaca buruk yang diprediksi terjadi hingga awal Tahun 2021. Curah hujan tinggi diramalkan tak normal akibat fenomena La Nina.

Tahun lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jawa Tengah mencatat adanya 2.179 kasus bencana alam sepanjang Tahun 2019 yang mengakibatkan 35 korban meninggal dunia serta kerugian hingga miliaran rupiah. Untuk itu, Kondisi cuaca dan perubahan di lapangan harus diantisipasi BPBD sejak dini, dan informasi tersebut juga harus disampaikan kepada masyarakat.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, banyak masyarakat yang belum paham mengenai antisipasi bencana pada saat pandemi covid 19 ini.

“Kami mendorong dan meminta pada dinas terkait, hal ini BPBD Kota Semarang, untuk selalu intens bersosialisasi ke masyarakat tentang bagaimana caranya untuk mengatasi dimana pada saat pandemi ini sewaktu waktu ada musibah bencana harus bagaimana,” jelasnya, saat menjadi nara sumber pada Prime Topic, dalam Dialog Bersama Parlemen Kota Semarang dengan tema ” Siaga La Lina Saat Pandemi ” di ruang Bahana Hotel Noormans, Jatingaleh, Semarang, Jum’at (6/11/2020).

Baca juga :  Awal Tahun 2021, Kapolsek Cisalak Polres Subang Polda Jabar Pimpin Ops Yustisi Penegakan Prokes

Kepala BPBD Kota Semarang, Rudianto, MT mengungkapkan, datangnya curah hujan di bulan ini sudah berdampak seperti di Srondol Wetan longsor. Begitu juga di Kecamatan Candisari juga terjadi longsor.

“Sesuai perwal no 39 tahun 2017 memang ada dana bansos yang dikelola oleh BPKAD, dalam hal penanganan musibah bencana alam. Dan juga, sudah kita lakukan sosialisasi-sosialisasi ke Kelurahan, Sekolah dan perusahaan yang ada di Kota Semarang terkait penanganan bencana,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Pusat Studi Bencana, Unnes Semarang, Rahma Hayati memaparkan bahwa pihaknya setiap tahun terus mengawal dengan penelitian penelitian yang berkaitan dengan kebencanaan. Melakukan pemetaan tentang kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Begitu pula dengan yang terjadi di Kota Semarang.

“Selain dari penelitian, kami dari pusat studi bencana juga membawa mahasiswa dari sabang sampai merauke khususnya dari jurusan geografi untuk melakukan pengenalan lapangan untuk penelitian yang berkelanjutan,” jelasnya. (Tomi)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *