oleh

Datang Ke Sentra Gakkumdu, Rahayu Saraswati Akui Pernah Kuliah, Tapi Gak Selesai

TANGSEL, KICAUNEWS.COM- Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati, Senin (02/11) secara resmi mendatangi kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Kedatangan Saraswati tersebut dalam rangka memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel.

“Sebagai warga negara yang baik, hari ini saya memenuhi panggilan klarifikasi Bawaslu Tangsel. Saya dilaporkan telah membuat keterangan palsu soal ijazah saya. Pelapor ini, melaporkan saya berdasarkan data dari website. Saya ngga tau websitenya apa,” katanya usai dimintai klasifikasi, di Kantor Sentra Gakkumdu, Kecamatan Serpong BSD.

Sebelumnya, Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI), Selasa (27/10) melaporkan Rahayu Saraswati dan Ruhamaben, terkait keduanya terindikasi melakukan kebohongan publik pada warga Tangsel soal jenjang pendidikan.

Kepada wartawan, Saras menjelaskan, terkait adanya laporan tersebut, dirinya saat pendaftaran sudah menyampaikan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel bahwa, pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Menengah Atas.

Meski demikian, Ia mengaku sebelumnya memang pernah kuliah di Universitas Virginia Amerika Serikat selama 2 tahun, dan sekolah di International School of Screen Acting di London, namun tidak selesai.

“Sudah saya sampaikan bahwa, pendidikan terakhir saya adalah SMA, seperti yang saya sampaikan kepada KPU Kota Tangsel. Saya pernah kuliah di Universitas Virginia AS, 2 tahun (2003-2005) tapi tidak selesai,” jelasnya

“Kemudian sekolah di International School of Screen Acting di London (2006-2007), ini riwayat lengkap pendidikan saya, tapi ijazah terakhir saya SMA di Swiss, itu yang saya daftarkan ke KPUD Tangsel” katanya

Saat ini, kata Saraswati, dirinya masih melanjutkan kuliah Strata-1 di Purdue University Global, Indianapolis, Amerika Serikat. “Tapi saat ini saya sedang melanjutkan studi S1 saya di Purdue University Global sejak tahun lalu, waktu saya masih anggota DPR RI, saya juga ibu 2 anak tapi bagi saya belajar itu sepanjang hayat” katanya

Baca juga :  Giat Operasi Yustisi Dan PPKM Di Wilayah Hukum Polsek Cililin

Tim Ruhamaben Angkat Bicara

Sementara itu, di tempat terpisah, anggota Tim Pemenangan dari Siti Nur Azizah-Ruhamaben dari fraksi Demokrat, Rizki Jonis membantah bahwa Ruhamben calon Wakil Walikota Tangsel yang diusung partainya itu hanyalah tamatan SMA.

Menurut keterangan Rizki Jonis menceritakan, sebelumnya Ruhamaben saat mendaftar sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) tahun 2009-2014, Ruhamaben mendaftar ke KPU mencantumkan gelar. Namun, kata Dia, saat pendaftaran calon Wakil Walikota, ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat. Namun, kata Jonis, hal tersebut sudah dikonsultasikan sebelumnya pada KPU.

“Jadi Ruhamaben itu S-1 dan S-2 nya di Belanda, saat dia mendaftar sebagai caleg dulu, ada kesamaan dari Kementerian Luar Negeri. Makanya dia mencalonkan jadi anggota dewan dengan menggunakan titelnya dari gelar kesarjanaannya,” jelasnya

“Pada saat dia mendaftar sebagai calon Wakil Walikota, itu ternyata ada perubahan. Harus ada persamaan dengan Kementerian Pendidikan. Nah dia (Ruhamaben) gak keburu waktu lagi, untuk mengurus persamaannya jadi kemudian beliau konsultasi dengan KPU. Nah disepakatilah oleh KPU penggunaan SMA,” pungkasnya

Namun, berdasarkan hasil pantauan wartawan di lapangan, tidak sedikit Alat Peraga Kampanye (APK) Ruhamaben yang menggunakan gelar. Seperti di kecamatan Ciputat, Pemulang, Setu dan Serpong, gambar Ruhamaben menggunakan gelar. Ir. Ruhamaben M.Sea

Selain itu, APK seperti spanduk pasangan Siti Nur Azizah-Ruhamaben dan Muhammad-Saraswati di beberapa tempat, banyak yang tertempel di pohon-pohon, padahal hal tersebut dilarang. (Haji Merah)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru