oleh

Panglima Besar Manguni MAKASIOUW angkat bicara : Pemerintah tidak perlu buang energi tanggapi pernyataan Presiden Prancis.

JAKARTA, Kicaunews.com– Panglima besar adat Manguni MAKASIOUW angkat bicara mengenai pemerintahan Jokowi yang menangapi masalah pernyataan Presiden Perancis yang menghina umat Islam. Menurut Pangbes (Panglima besar) Manguni Andy Rompas Yang juga salah satu Pendiri organisasi adat Manguni seperti LASKAR MANGUNI INDONESIA, LASKAR ADAT MANGUNI INDONESIA Dan PATRIOT MANGUNI MAKASIOUW itu mengatakan, Memang presiden Prancis sangat salah. Saya pun marah melihat pernyataan presiden Prancis yang menghina Umat Islam, karena saya pun banyak sahabat bahkan ayah angkat saya seorang Kyai yaitu KH. Nuril Arifin atau Gus Nuril. Apalagi kita semua Tinggal di Indonesia yang mayoritas masyarakat adalah beragama muslim.

Tetapi menurut saya tidak perlu pemerintah atau sampai Presiden Jokowi menanggapi sampai harus jumpa pers untuk menangapi masalah ini, sebenarnya tidak perlu Presiden yang bersuara cukup Mentri Agama saja atau Mentri Luar negeri, ataupun lembaga-lembaga saja dan organisasi muslim seperti MUI. Kenapa? Karena negara kita bukanlah negara agama atau negara muslim. Kita ini negara dalam dasar Pancasila dan UUD 45, tegasnya.

Saya berbicara seperti ini sesuai fakta, karena di Indonesia bagian Timur adalah mayoritas beragama Nasrani. Bagaimana perasaan mereka disaat selama ini yang sering di katakan Kafir oleh sekelompok organisasi muslim dan banyak lagi. Saya kasih contoh ya.. disaat ustadz Abdul Somad mengatakan ada jin Kafir di patung Salib?? Itu hanya satu contoh belum lagi seorang imam besar FPI yang tidak bisa di jemput, kenapa khasus Joko Candra saja bisa di jemput yang sudah buron 11 Tahun, dan apa kalian lupa kahsus Ahok?

Itulah dasar saya mengatakan ini, bagaimana perasaan Meraka sebagai orang yang minoritas di negeri ini yang melihat Presiden Jokowi angkat bicara tentang Persiden Prancis, pasti ada yang bersuara dari umat minoritas ” Giliran agama mereka Jokowi angkat bicara, terus gimana tentang khasus-khasus Intoleransi di negri ini yang sampai sekarang masih sering terjadi”, tandasnya.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Virus Covid-19, Bhabinkamtibmas Polsek Arcamanik Bagikan Masker Gratis

Atas dasar itulah saya sedikit mengkritik Presiden Jokowi, sekaligus mengeluarkan unek-unek dari kaum Minoritas. Menurut saya hilangkan dulu kasus-kasus intoleransi di Indonesia dan bersikap adail dan tegas kepada siapa saja yang menghina agama di Indonesia. Kalo semua itu sudah baru bersama rakyat kita urus masalah negara luar yang menghina Indonesia.

Kita bisa ambil contoh dasar saja, kita lihat ustadz NU dan Muhammadiyah yang tidak pernah menghina kaum agama Minoritas? Padahal mereka jelas-jelas organisasi Islam ter Tua di Indonesia. Sekarang malah yang paham radikal dibiarkan saja sampai mengakar di Indonesia. Disinilah kita bersama-sama harus tetap menjaga kesatuan kita dengan berpegang kepada bineka tunggai ika. Jangan sampai membiarkan paham-paham radikal menghancurkan negara ini yang mengatasnamakan Agama. Saya hanya menginginkan saja karena inilah alasan kami dulu mendukung mati matian pak Jokowi menjadi presiden. Bole dicek Minahasa 90% memilih Jokowi. Karena kami menginginkan Indonesia damai dan aman dalam dasar Pancasila dan UUD 45, Ucap Andy Rompas.

Red/Tr

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru