banner 728x250

Barang Bukti Hasil Tangkapan Jerigen Berisi Premium Senilai Kurang Lebih 3 Juta Rupiah Diduga Raib di Polsek Batam Kota

  • Bagikan
banner 468x60

Batam, Kicaunews.com – Berdasarkan hasil pantauan tim awak media, yang secara kebetulan mendatangi Mapolsek Batam Kota guna mencari informasi dan konfirmasi terkait terjadinya dugaan penangkapan yang semena-mena oleh pihak tim reskrim atau Buser berpakaian preman mengatasnamakan Tim Reskrim Polsek Batam Kota, diduga tanpa dibekali surat penangkapan yang resmi dari Kapolsek Batam Kota langsung yang diduga dilakukan oleh tim reskrim/buser yang dipimpin oleh oknum Kanit inisial (Lim) dan anggotanya (Abd) terhadap pedagang minyak eceran pertamini sebut saja Lubis, diseputar halte simpang SMPN 28 Perumahan Taman raya Batam center kurang lebih seminggu yang lalu.

Kami inikan cuma pedagang kaki lima, berapalah untung kami, paling besar cuman 1000 perak perliternya, gara-gara ada yang sirik sama saya atau semacam persaingan bisnis lah, maka saya dikibusin sama pak polisi Polsek Batam Kota, saya sangat ketakutan sekali saat ditangkap, dibawa serta diperiksa di Mapolsek Batam Kota tanpa tahu salah saya dengan tuduhan penimbunan minyak.

banner 336x280

“Padahal saya tak ada gudang buat nimbun minyak, saya cuman bantu membeli bensin ke Pom Bensin, lalu menghantarkan pesanan bensin tersebut ke pemesan yakni pedagang kaki lima Pertamini, dan saya hanya mendapat upah 5 ribu saja perjerigen itu saja, eeehhh… malah mereka langsung menangkap dan menggelandang saya tanpa menunjukkan surat penangkapan, kayak binatang aja saya dibuat, saya sampai bilang kok cuman kami saja yang ditangkap, di dekat lokasi tersebutkan ada toke besar (Siahaan), pemilik gudang besar penimbunan minyak dan gas, tiap hari satu carry barangnya laku kok tak ditangkap,” ujar lubis

“Diam sajalah kau disitu, enggak ngerti kau itu, jangan kau urus itu, uruslah dirimu sendiri, kami cuman menjalankan tugas saja, karena duluan kau yang dilaporkan, “sambil menirukan ucapan Kanit reskrim (Lim) kepada tim awak media ini,

Baca juga :  Kapolsek Telukjambe Barat Polres Karawang Pimpin Anev Rutin

Kepada tim awak media ini Lubis Pedagang eceran yang sehari-hari pekerjaannya menghantar minyak pesananan pedagang Pertamini yang diupah sebesar Rp 5.000 perj erigennya mengungkapkan secara terang-terangan dan blak-blakan kepada tim awak media ini bahwasanya kasus ini sudah berdamai alias 86 ditempat.

“Mereka saat menginterogasi saya didalam ruangan reskrim sendiri saja, dan dilarang tak boleh ada satu orangpun yang boleh tahu dan menjenguk saya, handphone saya langsung disita, mereka Kanit buser/reskrim (Lim) dan anggotanya (Abd) sepertinya sengaja memeras saya, mereka minta biar kasus ini sampai disini saja, dengan catatan dia harus usahakan cari duit 6 juta rupiah ditambah Barang Bukti (BB) jerigen berisi premium senilai kurang lebih 3 juta rupiah turut pula disita oleh mereka, biar kasus tersebut ditutup,”ucapnya dengan kepala tertunduk.

Saya sampai berutang kesana kemari untuk menyogok mereka sampai istri saya menangis histeris minta tolong dan memohon maaf begitupun dengan saya biar saya bisa keluar dari dalam ruangan mereka, tetapi mereka tidak perduli dan yang lucunya lagi setelah uang tersebut saya serahkan, mereka berdua malah minta maaf dan minta tolong agar kasus tersebut jangan diperlebar atau dibesar-besarkan kembali. Tambahnya dengan wajah sendu sambil tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.

Bu Kapolsek sedang istirahat tidak bisa diganggu, namanya komandan boss, enggak mungkin saya kasi masuk orang datang nyelonong ke ruangannya.

“Kalau mau tunggu saja disitu, atau besok pagi saja anda datang kembali,” imbuh Yose salah seorang petugas piket berpangkat brigadir.

Hingga berita ini diturunkan Ibu Kapolsek Batam Kota tidak bersedia memberi keterangan apapun terkait permasalahan tersebut baik secara lisan, via telpon tak diangkat dan via wa tak dibalas kepada tim awak media ini.

Baca juga :  Sosialisasikan Protokol Kesehatan, Polres Sukabumi Kota Lakukan Patroli Sore

“Saya sebagai korban berniat dan berencana akan melaporkan dan meneruskan kasus permasalan ini ke DitPropam Polda Kepri dengan didampingi Tim Pengacara dan Tim Awak Media, agar kedepannya hal deperti ini tidak terulang lagi dan tidak ada lagi pedagang atau masyarakat diberlakukan tidak adil dan supremasi hukum di NKRI tercinta ini dapat ditegakkan,”ujar Lubis dengan penuh semangat.

(LN/TIM)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *