oleh

Refleksi Hari Santri Nasional, Ketum ISLAH : Santri Adalah Aset Penting Bangsa Indonesia

CILEGON, Kicaunews.com – Kemajuan global yang sangat pesat seiring dengan perkembangan zaman memendam banyak potensi ancaman besar bagi Negara Indonesia.

Ketertinggalan, kebobrokan karakter bahkan perubahan gaya hidup dan tradisi seakan membayangi kondisi Indonesia di masa depan. Anak muda saat ini sebagai generasi penerus bangsa tentu menjadi aset besar bagi negara untuk bisa menjaga Indonesia dari berbagai macam aspek ancaman negatif tadi. Negara Indonesia tentu harus bisa mempersiapkan generasi masa depan yang mumpuni agar tidak mengalami ketertinggalan dari Negara-negara lain.

Melihat fenomena ini, anak-anak muda berlatar belakang santri pada dasarnya sudah memiliki bentuk karakter positif yang kuat hasil daripada pendidikan didalam pesantren. Ini adalah modal utama para santri yang dapat diimplementasikan untuk bisa menghadapi kemajuan global yang berpotensi membawa banyak pengaruh negatif bagi para anak muda jika tidak dipersiapkan sejak dini.Ungkap Rizki Baidullah Ketua Umum ISLAH.

Kemudian dari Hal ini menunjukan bahwa keberadaan santri seharusnya menjadi perhatian besar bagi pemerintah dalam mempersiapkan generasi-generasi penerus bangsa.

Sebagai lembaga pendidikan berbasis Keagamaan di Indonesia, Pondok Pesantren saat ini juga tengah mengalami transformasi yang sangat luar biasa, baik dalam sistem pendidikan, metode pengajaran, dan output yang dihasilkan.

Pesantren juga kini tidak hanya berkategori pendidikan salafiyah yang hanya fokus mengajarkan ilmu agama dengan system pendidikan non-formal dan tradisional saja. Saat ini semakin banyak pesantren yang telah menggabungkan sistem salafiyah dengan sistem pendidikan formal yang lebih modern. Tidak sedikit Pesantren yang didalamnya terdapat beragam tingkatan pendidikan formal seperti SD, SMP, dan SMA atau MI, MTS, dan MA. Bahkan, sampai ada perguruan tinggi.

Selain dari pada itu Transformasi besar tersebut memberikan pengaruh cukup signifikan bagi kondisi santri di seluruh Indonesia saat ini. Jika dahulu santri hanya dianggap hanya memiliki kemampuan mengaji saja, kini santri mulai memiliki banyak potensi-potensi strategis yang sebenarnya cukup dibutuhkan bagi keberlangsungan bangsa. Tidak sedikit tokoh-tokoh besar di bangsa ini yang sebetulnya berlatar belakang santri. Mulai dari pejabat pemerintahan, pengusaha-pengusaha besar, seniman hingga artis kini banyak diisi oleh orang-orang berlatar belakang santri.

Baca juga :  Hari Jadi Ke 22, PDAM Tirta Benteng Komitmen Optimalkan Pelayanan

Kemudian Masyarakat saat ini seharusnya lebih memahami akan adanya dua kategori santri secara sistem pendidikan di pesantren. Ada santri salafiy yang menempuh pendidikan di Pesantren salafiyah dan ada santri modern yang menempuh pendidikan di pesantren modern.

Meskipun sama-sama dididik untuk dapat memahami ilmu agama, pada kenyataannya dua kategori santri ini dididik dan dipersiapkan untuk menjalankan output yang berbeda. Santri salafiy dipersiapkan untuk dapat menjaga tradisi daerah dengan tidak menyampingkan ilmu agama islam dan santri modern dipersiapkan untuk dapat memiliki pemikiran-pemikiran yang modern dengan berbasis agama islam.

Kedua kategori santri ini juga harus dapat saling bersatu padu dan saling bahu-membahu mempersiapkan serta melibatkan diri dalam pembangunan bangsa Indonesia. Ketika dua kategori santri ini dapat bersatu untuk menjalankan fungsinya dengan baik, maka di masa depan bangsa Indonesia akan sangat siap menghadapi kemajuan global karena memiliki aset generasi muda dari kalangan santri yang mampu mencetuskan pemikiran serta gagasan-gagasan yang modern dan inovatif tanpa takut kehilangan tradisi dan budaya daerah sebagai kekayaan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa.

Pemerintah jelas harus memberikan perhatian besar kepada para santri sebagai Aset penting bagi masa depan Bangsa Indonesia. Meskipun secara karakter pribadi santri sudah terbentuk dengan baik, potensi-potensi para santri juga harus bisa ditingkatkan dan dikembangkan lebih baik supaya bisa menyesuaikan serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi kemajuan global yang semakin pesat, Tutup Rizki Regar. (Red/AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru