oleh

Tiga Pilar Fungsi Penugasan Pemerintah Ketersediaan, Keterjangkauan dan Stabilisasi

Semarang, Kicaunews.com – Kepala Bulog Kota Semarang, dalam masa pandemik Titof Agus selaku kepala Bulog kota Semarang menjelaskan kepada awak media saat melakukan wawancara khusus bahwasanya kami memang ada penugasan dalam PSB bantuan sosial beras kami membawai enam wilayah, dua kota, empat kabupaten kurang lebih hampir dua ratus delapan puluh lima ton beras, dan sudah berjalan tahap satu dan dua kita laksanakan sampai bulan September, terus untuk bulan Oktober kita molai pada tanggal lima belas dan Insyaallah selesai pada tanggal dua puluh dua Oktober.

“Dalam penugasan kami ada tiga pilar fungsi dari Pemerintah yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan serta Stabilisasi,”ungkapnya dalam wawancara ekslusifnya, Senin (19/10/2020)

Ketersediaan ialah kita harus menghimpun stok sebesar besarnya / Pengadaan.

Keterjangkauan ialah dari stok itu kita mendekatkan di wilayah mana itu ada wilayah teritorial gudang kami di tiap kabupaten kota ada.

“Stabilisasi ialah kita menjaga antara harga produsen dan konsumen kita dampingi jangan sampai nanti terjadi harga dasar jatuh, harga di konsumen melonjak naik,”terangnya

Jadi intinya di tahun 2018 kita memang pengadaan besar, setelah itu penugasan kami berhenti dan baru di tahun 2020 ini kita baru mendapatkan tugas untuk mengeluarkan stok tersebut dan kita olah karena stok hampir kurang lebih dua sampai dua tahun setengah tersimpan di gudang.

“Karena kami sifatnya Stok bukan penimbunan dan kami sebatas menyalurkan, dan kami juga masih punya cadangan stok untuk JBB jadi bahasanya bukan penimbunan namun stok, karena tugas dari Pemerintah harus membeli untuk pengutan stok sebagai bamper stok,”tambahnya.

Jenis kemitraan antara Bulog dengan Media yaitu akan membentuk Trasmibulog dan saling berkolaborasi untuk misi dan visi kita ke depan.

Baca juga :  Seruan MHR Shikka Songge Kepada Junior HMI di Tanah Air

“Dalam mengatasi mafia Bulog dan Calo, karena sementara ini untuk pengadaan di tahun ini sangat kecil, karena harga di luar sangat tinggi, BPN itu menggeser dari perlakuan konsumtif masyarakat dari Medium ke Premium, walaupun dulu bisa di katakan sangat besar dan sekarang kecil tapi kita tidak berhenti menyerap tapi dengan harga diuar yang tinggi otomatis kita tidak bisa, namun karena perkiraan panen sekitar bulan Februari akhir sampai awal Maret 2021 dan stok kami masih cukup untuk kebutuhan,”pungkasnya.

(Vio Sari/Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru