oleh

15 Oktober, Hari Cuci Tangan Sedunia..

KICAUNEWS.COM – Dimasa pandemi Covid-19 merajalela saat ini kita dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri agar tidak terpapar penyakit mematikan tersebut. Himbauan yang paling sering kita dengar adalah menerapkan 3 M dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu 3 M? yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak. Protap 3 M ini dianggap efektif untuk mencegah penularan virus berbahaya itu.

Namun tahukan kita bahwa pada tanggal 15 Oktober merupakan Hari Cuci Tangan atau World Handwashing Day se-Dunia? Tentunya banyak dari kita yang tidak mengetahui hal ini. Apa dan bagaimana bisa tanggal 15 Oktober di jadikan hari Cuci Tangan Se-Dunia?

Berikut beberapa fakta terkait penetapan tanggal ini sebagai World Handwashing Day, Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber.

1. Hari Cuci Tangan Sedunia (World Handwashing Day) merupakan bentuk apresiasi bahwa mencuci tangan adalah hal sederhana, tetapi begitu penting dan bermanfaat. Pencetusan Hari Cuci Tangan Sedunia tentu memiliki sejarah yang cukup panjang.

2. Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Hand Washing Day merupakan suatu bentuk kampanye terkait kesehatan dunia. Penggagas dari Hari Cuci Tangan Sedunia adalah Global Hand Washing Partnership (GHP) yang dicetuskan pertama kali pada bulan Agustus 2008 di Swedia dalam suatu acara tahunan tepatnya di Stockholm, Swedia. Pada tahun itu pula ditetapkan sebagai Tahun Internasional Sanitasi. Beberapa organisasi yang terlibat adalah UNESCO, Unilever, dan masih banyak lagi.

3. Selang beberapa bulan kemudian barulah Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia. Hal itu menunjukan bahwa Oktober tahun ini akan menjadi perayaan Global Hand Washing Day yang ke-12.

4. Gagasan untuk menetapkan Hari Cuci Tangan Sedunia berawal dari tingginya tingkat kematian anak-anak akibat berbagai jenis penyakit pernapasan serta diare. Padahal kedua penyakit tersebut sebenarnya menyerang bukan hanya akibat dari penularan. Melainkan juga dipicu kesadaran individu untuk mencuci tangan. Bukankah tangan merupakan anggota tubuh manusia yang paling banyak melakukan aktivitas, sehingga mudah sekali terkontaminasi oleh bakteri pembawa penyakit.

Baca juga :  Kapolsek Pamulang Kompol.Drs.Hadi Supriatnam Menghadiri  Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mesjid An-nur

5. Diare dan penyakit saluran pernapasan merupakan dua penyakit yang menjadi pembunuh paling besar anak-anak di biwah lima tahun (balita) sampai tahun 2008. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menewaskan sekitar 1,8 juta anak setiap tahun. Sementara Diare dan Pneumonia menjadi pembunuh sekitar 3,5 juta anak setiap tahun. Terlebih di masa covid saat ini.

6. Ada tiga tujuan pokok digagasnya hari tersebut. Pertama adalah untuk membina serta mendukung agar mencuci tangan dalam masyarakat dapat menjadi suatu budaya. Kedua, dengan adanya Hari Cuci Tangan Sedunia diharapkan seluruh negara dapat memprakarsai kebiasaan cuci tangan di negara masing-masing. Sehingga setiap negara mampu menyebarkan pentingnya cuci tangan bagi masyarakat.
Dan ketiga yang merupakan tujuan dari Hari Cuci Tangan adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan. Paling tidak terhadap diri sendiri.

Maka jika secara khusus tujuan hari cuci tangan sedunia yaitu: (1) Menjadikan cuci tangan sebagai budaya masyarakat dunia. (2) Seluruh negara memprakarsai kebiasaan mencuci tangan. (3) Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan.

Sebuah penelitian berjudul “Effect of Washing Hands With Soap on a Diarrhoea Risk in The Community: A Systematic Review” meneliti tentang dampak cuci tangan terhadap penyakit diare. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa resiko terserang diare jika rutin mencuci tangan berkurang sebesar 47 persen. Sementara mencuci tangan dengan menggunakan sabun menurunkan resiko terkena diare sekitar 42-44 persen. Begitu juga dalam hal mencegah penularan Coronavirus Desease, efektif mencegah hingga 80 persen.

Mempromosikan kebiasaan mencuci tangan juga dapat menyelamatkan sekitar satu juta jiwa. Jadi kesimpulan dari penelitian tersebut ada dua. Pertama mencuci tangan dapat mengurangi resiko diare sekitar 42-47 persen, dan Covid hingga 80 persen. Kedua menyuarakan kebiasaan cuci tangan dapat membantu menyelamatkan kurang lebih sekitar satu juta jiwa.

Baca juga :  KRYD Polsek Purwasari Sasaran Pungutan Liar

Itulah gambaran mengenai Hari Cuci Tangan Sedunia hingga saat ini. Kedepannya hal ini kiranya dapat diperingati secara massif di negeri kita dengan membuat berbagai kegiatan sosial. Harapan dari upaya menumbuhkan kebiasaan cuci tangan tidak lain adalah agar penduduk dunia dapat hidup lebih sehat. Dengan begitu masa depan juga akan semakin terjamin.

Selamat Memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia!!

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru