oleh

Guru Dan Siswa SDN 4 Pangandaran Sambut Gembira Di Bukanya Kembali Kegiatan Belajar Mengajar Di Sekolah

Pangandaran-kicaunews.com,
Covid-19 adalah suatu wabah yang dapat menyebabkan penyakit menular berupa infeksi pada saluran pernapasan Manusia yang disebabkan oleh virus.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, salah satunya adalah negara Indonesia memberikan dampak yang terlihat nyata dalam berbagai bidang yaitu di antaranya Ekonomi, Sosial, Pariwisata, dan Pedidikan.

Pelaksanaan pendidikan di Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 mengalami beberapa perubahan yang terlihat nyata.

Pendidikan adalah proses yang tanpa akhir (education is the proses without end), dan pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik menyangkut daya pikir daya intelektual maupun emosional perasaan yang diarahkan kepada tabiat Manusia dan kepada sesamanya, proses belajar menjadi kunci untuk keberhasilan pendidikan agar proses belajar menjadi berkualitas membutuhkan tata layanan yang berkualitas, berdasarkan hal itu dapat kita ketahui bahwa pendidikan harus berjalan dalam keadaan apapun.
Untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 dan kegiatan pendidikan dapat berjalan seperti biasanya maka Pemerintah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi angka tersebut, yang salah satunya diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia dengan cara Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan sistem online atau sistem dalam jaringan (daring), sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dengan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau tidak diwajibkan untuk datang ke sekolah maupun kampus.

Pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi antaranya, menggunakan aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial whatsapp. Di mana semua sarana tersebut dihasilkan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju.

Namun dengan berjalannya waktu masa Pandemi, Pihak Pemerintah Kabupaten Pangandaran berupaya untuk memutus tali rantai adanya penyebaran Virus Covid-19, dan akhirnya dapat membuahkan hasil yang menggembirakan terhadap pemulihan Ekonomi, Sosial, Pariwisata dan Dunia Pendidikan.

Baca juga :  Abaikan Protokol Kesehatan, Dirjen Polpum Usulkan KPU dan Bawaslu Diskualifikasi Bapaslon

Bupati Pangandaran dalam beberapa hari kebelakang telah memutuskan untuk Dunia Pendidikan di Kabupaten Pangandaran mulai Senin,  21/09/2020 dapat di laksanakan di sekolah, namun tetap harus mematuhi aturan Protokol Kesehatan.

Yayan Suryana Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Pangandaran saat di konfirmasi di ruangannya mengatakan, dirinya bersyukur dengan adanya keputusan Pemda Pangandaran tersebut, (Senin, 21/09/2020).

“Kami sebagai Kepala Sekolah dan Guru-guru merasa senang dapat bertatap muka kembali dengan anak didik secara langsung, selama ini banyak juga para orang tua murid yang menanyakan melalui selulernya kepada kami kapan anak-anaknya bersekolah lagi??,” ucapnya.

Menurut Yayan, di samping beberapa kendala yang muncul terdapat beberapa hikmah yang dapat diperoleh dari Pandemi Covid-19, tanpa kita sadari dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh, di mana peserta didik banyak melakukan kegiatan di rumah sehingga dapat mempermudah para orang tua untuk memonitoring anak-anaknya, selain itu sisi kreativitas baik dari tenaga pendidik maupun peserta didik dalam sistem pembelajaran jarak jauh dituntut untuk berlaku kreatif, sebagai contoh tidak sedikit tenaga pendidik membuat materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video-video pembelajaran, tidak jarang pula pesera didik mendapatkan penugasan pembuatan video pembelajaran yang menarik.

“Untuk menerapkan Protokol Kesehatan, pihak sekolah telah membagikan APD kepada semua murid diantaranya, Hand sanitaiser, masker, face shield.
Dan APD tersebut wajib di bawa oleh siswa pada saat belajar di sekolah,” jelasnya.

Masih lanjut Yayan, dirinya dan Guru telah mempersiapkan ruang belajar dengan jarak 1 meter per siswa, untuk satu kelas di isi oleh 10 -11 siswa sesuai dengan intruksi dari protokol kesehatan.

Puti salahsatu siswa kelas 5 saat di tanya kicaunews mengatakan, dirinya merasa senang dapat berkumpul kembali dengan Guru dan teman-teman di sekolahnya.
***Nurzaman***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru