oleh

Expo Batam Batik Fashion Week Tuai Polemik, Pemkot Batam Abaikan Protokol Covid-19

KICAUNEWS.COM- Jagat media sosial dihebohkan dengan pagelaran puncak Expo Batam Batik Fashion Week 2020 yang dihelat di Dataran Engku Hamidah, Batam Centre, Sabtu (12/09). Pasalnya, agenda yang digagas oleh Pemerintah Kota Batam ini dinilai memicu kerumuman ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum berkahir.

Selain itu, kondisi Kota Batam yang masih berstatus zona merah membuat publik semakin marah. Hal ini lantaran masyarakat dilarang berkerumun dan diimbau mengurangi kegiatan di luar ruang dengan alasan meminimalisir penyebaran Covid-19, justru Pemkot Batam menggelar agenda yang berpotensi menyebarkan virus.

Demikian seperti diungkapkan oleh Mega Putri melalui akun sosial media miliknya. Menurut Mega, Pemkot Batam inkonsistensi terharap aturan yang dibuatnya sendiri. Dirinya juga mengaku sangat meyanyangkan dengan acara tersebut, sebab menurutnya terkesan dipaksakan.

“Batam Zona merah, ini malah membuat acara yang meriah. Orang berkerumun sementara sekolah ditutupnya, wisuda kampus dibuat online. Pemerintah main-main dengan Corona, masyarakat yang jadi korban,” ungkap Mega, Minggu (13/09) kemarin.

Lebih jauh, Mega menilai acara tersebut disinyalir untuk mendulang suara dan dukungan masyarakat. Hal ini lantaran Walikota Batam, HM. Rudi dan juga Istrinya, Marlin Agustina sama-sama memiliki hajat politik di Pilkada Desember mendatang.

“Lagi-lagi rakyat yang jadi korban ambisi politik segelintir orang. Jangan mau memilih pemimpin yang mengorbankan rakyatnya demi popularitas dan isi tas (baca: uang),” imbunya.

Selain Mega, komentar bernada protes juga diungkapkan oleh Wirda Chan. Dirinya juga mengaku sedih dan kecewa dengan acara Pemkot Batam di tengah kondisi pandemi yang belum berkahir. “Semua dilarang, tetapi untuk acara politik pribadi dibolehkan. Macam mana Corona akan berakhir jika pemimpinnya justru yang memberikan contoh tak baik” cecarnya.

Baca juga :  JMI Aksi : Usut Tuntas Kasus Mesuji

Tahun politik lanjut Wirda, seringkali mengabaikan kepentingan masyarakat umum demi mengejar mimpi pribadi atau golongan. “Ini yang kita sayangkan. Bagaimana mau membawa amanah masyarakat luas jika dalam kondisi pa demi begini saja masih egois, mementingkan hajat pribadi,” pungkasnya (RLS)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru