banner 728x250

Kondisi Masih PSBB, KPU Targetkan Partisipasi Pemilih di Pilkada Tangsel 2020 Capai 75 Persen

  • Bagikan
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan. Ahmad Mujahid Zen, Saat di wawancara usai menerima pasangan calon Muhamad-Rahayu Saraswati mengantarkan berkas pencalonan.
banner 468x60

KICAUNEWS.COM- Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Mujahid Zen mengatakan, tahapan kampanye bagi pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangsel 2020, memang belum diatur secara spesifik, meski sudah ada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020.

“Metode kampanye bisa di lihat di PKPU No 10 Tahun 2020 terkait Covid-19, tapi itu belum spesifik mengatur tentang tahapan kampanye. Tapi nanti ada PKPU tersendiri dan itu belum keluar PKPU-nya. Tapi memang kalau kita melihat PKPU No 10 ini, metode kampanye tetap sama dan tetap ada. Hanya saja memang, ada pengurangan jumlah konsituen yang hadir dan syarat wajibnya harus berpedoman protokol Covid-19,” katanya, Sabtu (05/09) di Kantor KPU Tangsel, Jalan Puspitek, Setu Serpong.

ARTIKEL LAINNYA :

Selain itu, Ia menjelaskan, KPU secara prinsip memang belum punya pengalaman, menyelenggarakan Pilkada ditengah Pandemik Covid-19. Namun, Dia menambahkan, KPU Kota Tangsel akan terus berupaya untuk meningkat partisipasi pemilih tanpa keluar dari protokol covid, agar capaian target partisipasi pemilih di Pilkada Tangsel bisa meningkat.

“Kami melaksanakan Pilkada ini udah biasa. Tapi melaksanakan Pilkada ditengah Pandemik Covid-19 ini, memang belum berpengalaman. Tapi kami akan terus berupaya, dengan cara terus bersosialisasi, itu kami lakukan. Tanpa keluar dari protokol kesehatan, seperti misalnya pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, itu kami lakukan dan sosialisasi tatap muka pun kami lakukan,” tambahnya.

“Jadi kalau memang itu sudah kami lakukan, artinya keselamatan dan kesehatannya terjaga, kami yakin akan ada kepercayaan dari publik dan tingkat partisipasi pemilih juga bisa teratasi, karena target kita itu, partisipasi pemilih harus 75 persen,” pungkasnya.

Baca juga :  Direktur Poldagri : Pemerintah Terus Berupaya Menuju Pemilu Berkualitas

Berdasarkan data survei Kajian Politik Nasional (KPN) yang diselenggarakan pada 17-24 Juli 2020 itu menunjukan, angka Golput di sebanyak 55 persen. Survei tersebut mengunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang, sampling of error 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, bila mengacu pada pasal 84 pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Pilkada Serentak Dalam Kondisi Bencana Covid-19 dijelaskan, kegiatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan melalui metode langsung dan tidak langsung.

Pada ayat (1) dijelaskan, metode langsung bisa dilakukan melalui pertemuan terbatas yang hanya boleh diikuti oleh 50 orang dengan metode jaga jarak. Sementara metode pertemuan tidak langsung dapat dilakukan melalui tatap muka di media daring. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.