oleh

Proyek Pisew Desa Tawangsari Indramayu Diduga dikorupsi

Indramayu, Kicaunews.com – Proyek pengerja’an jalan program bantuan dari program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (Pisew) didesa Tawangsari kecamatan arahan kabupaten Indramayu, diduga syarat korupsi dalam sisi pekerja’an sudah menyalahi pertama lokasi di tanah PU, kedua aturan maupun dalam segi bahan material jelek juga asal batu untuk aja, nilai anggaran 233.281.700;_ volume P. 382m, Volume L 2,5m, pengurangan volume yang berlebihan, dari volume normal tinngi 15 cm diukur mengurangi hingga 7 cm sampai 9 cm, seperti batu urugan memakai batu blondos, karena peninggian batu bescos bisa mengurangi ketebalan volume karena bagisting digali sudah tentu mengurangi, juga pelaksana pekerja’an dishubkan ke orang lain dan tidak memakai tenaga kerja warga lokal

Proyek yang sasarnnya mempercepat penyaluran Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) guna mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidak pastian perekonomian pada masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020 ini disalah gunakan. Padahal proyek yang melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) sasarannya untuk masayarakat yakni untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan atau mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa.

Kuwu desa Tawangsari CASTANA tidak memberikan respon positif baik ketika hasil temuan dilapangan yang disampaikan melalui via WhatsApp ataupun secara tatap muka tak menanggapi dengan serius, padahal sudah jelas fakta ril pekerja’annya tidak sesuai spek rab mengurangi regulasi anggaran belanja yang sangat fatal se olah-olah papan informasi rab yang dipasang untuk mengelabui masyarakat supaya pencurian volume tidak diketahui

Ketua badan kerjasama antar desa ( BKAD ) bambang…sebagai pemegang program pisew di dua desa arahan dan tawangsari, sampai sa’at ini tidak memberikan tanggapan karena selama ini susah dihubungi juga alergi pada media dan LSM

Baca juga :  Refleksi Sumpah Pemuda, Fam Tangerang Serukan "Tolak Politik adu Domba"

Warga Tawangsari sa’at dikonfirmasi, Jumat (28/08/20) mlm jm 19’00 wib menanggapi dengan serius..”Begini pak Tadi sore warga tawangsari memantau proyek PISEW yang mulai lagi di garap pengerjaannya, ketika para pemuda tawangsari melakukan kontrol sosial ikut memantau dan memotret gambar proyek Pisew tersebut, disa’at itu juga oknum pamong desa menganggap saya menghalang halangi dan salah satu pemdes langsung menghubungi babinsa dan babinkamtibmas ya mangga saja.

Sebenarnya ada apa pamong desa sampai telfon Babinsa dan ada salah pemuda desa datang-datang langsung marah-marah mungkin pendukungnya, Dan saya sampaikan kepada pamong desa saya mengambil gambar proyek itu hak saya sebab proyek itu ada didesa kami, kalau pamong desa saya di sebut menghalang halangi, mohon di jelaskan apa yang dihalangi atau menghalangi? Saya wajar masyarakatnya ikut memantau dan tidak menyetop pekerja’an tolong jelaskan biar jelas.

Saya atas nama warga Tawangsari siap akan melaporkan Kuwu Tawangsari castana,, nama warga Tawangsari yang akan melaporkan berinial ( K. ). ( W). ( J ). ( T ). ( S ). ( D ). Dan ,( S ) kami sudah sepakat untuk melaporkan karena warga Tawangsari sudah jera dengan kepemimpinannya, Jujur saya tidak menutupi masalah pembangunan desa Tawangsari sudah tidak asing lagi, kerja’an yang amburadul juga asal-asalan, aset desa yang dipindah tangan kan pembuatan KTP KK bayar,

“Masih banyak lagi kasusnya, lihat saja dijalan gang pemasangan paving blok semuanya hancur bahkan menimbulkan tanahnya keluar jadinya becek disa’at habis hujan apalagi pengecoran tentunya bapak sebagai kontrol sosial lebih memahami kaya apa sih desa Tawangsari dari sisi pekerja’annya intinya gagal dalam mengemban tugas sebagai pejabat publik atau seorang kuwu yang ia pimpin didesa tawangsari,”tegasnya

Baca juga :  Operasi Yustisi Lodaya 2020, Polres Cirebon Kota Polda Jabar Tegur 6 Warga Tidak Pakai Masker

Sekjen inovasi kemaslahatan (IK) Sodikin didampingi tolok, Sunanto dan Sobirin “saya siap mengawal membantu masyarakat untuk melaporkan, terkait proyek fisik didesa Tawangsari dari awal menjabat sudah kelihatan joroknya dalam mengelola anggaran semua proyek yang ia kelola fisiknya tidak ada yang bertahan lama semuanya jebol apalagi proyek Pisew yang baru dikerjakan didesa Tawangsari.

“Itu sudah jelas kesalahannya pantas saja masyarakatnya geram, Sebenarnya saya pribadi sangat menyayangkan atas kinerja Kuwu Tawangsari yang begitu ceroboh dalam mengelola anggaran seringkali ditegur media LSM juga masyarakatnya yang kerjanya asal-asalan dalam mengerjakan bangunan fisik rabat beton maupun fisik lainnya, tapi tetap masih dilanggar se olah-olah kebal hukum saya setuju siap mengawal untuk melaporkan kegiatan proyeknya yang sudah menyalahi aturan,” tegas sekjen (IK). ( MT jhl )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru