oleh

Diduga Reklame di Ujung Tol Rawa Mekar Jaya Serpong Tak Berijin

TANGSEL,KICAUNEWS.COM-Reklame  yang terletak di ujung  tol Rawa Mekar Jaya Serpong Tangsel diduga tak berijin. Pasalnya, saat di mintai keterangan para pekerja di lapangan tidak bisa menunjukan surat ijin mendirikan bangunan (IMB)

Sempat di pertanyakan warga, akhirnya kepala tukang yang hendak memasang reklame tersebut memberikan nomor telpon yang menyuruhnya untuk memasang pondasi kerangka reklame.

Saat di konfirmasi oleh wartawan, Ahmad Matin, anggota partai PDIP Tangsel mengatakan reklame tersebut milik fraksi dimana yang bersangkutan ikut berkecimpung dalam organisasi partai politik.

“Ijinnya itu karena kita lintas partai, kita lewat teman-teman di fraksi. Penentuan titikpun sewaktu Bambang Apul sebelum jadi sekda sudah di perbolehkan, dan ijinnya sambil proses,” ungkap Matin saat di temui oleh wartawan di apartemen Intermark.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga sudah merangkul dan berkordinasi kepada pemilik lahan dan juga tokoh masyarakat sekitar.

“Ini bang Cecep yang punya wilayah, kita sudah koordinasi sama temen-temen wilayah dan juga elemen ormas. Saya juga kenal temen temen media, saya sempat telpon Junaedi ketua SMSI Banten untuk menanyakan nama wartawan yang mau ketemu saya, terkait ijin reklame,” tambah Matin beberapa waktu lalu saat partainya menggelar rakercabsus di Intermark, Serpong. (23/8/2020)

Reklame yang diduga milik PT. Kujang Siliwangi tersebut hingga saat ini sudah berdiri kokoh. Dan diduga, reklame yang di peruntukan untuk memasang kandidat bakal calon walikota Tangsel. (29/8/2020)

Sementara itu, Kepala Bidang DPMPTSP Tangsel, Maulana Yoga melalui sambungan WhatsAppnya mengatakan, reklame yang di maksud akan segera di cek lokasi maupun perijinannya.

“Iya, nanti saya cek dulu titiknya, coba sharelock,” pungkasnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu kondisi di lapangan, hingga berita ini di turunkan, reklame yang perijinannya sedang di urus tersebut diduga kuat melanggar estetika kota lantaran jarak yang berdekatan dengan reklame yang sudah berdiri sebelumnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru