oleh

Penyuplai Material Proyek APBN Pempertanyakan Pembayaran

Cilacap, Kicaunews.com – Proyek pembangunan dari Anggaran pemerintah pusat (APBN) di beberapa tempat sedang di laksanakan. Namun beberapa material yang telah di gunakan untuk pelaksanaan proyek yang di kerjakan, para penyedia material sudah dibayar namun belum di bayar lunas tentang jumlah nominal dari harga material yang telah di pakai di proyek tersebut.

Untuk penggarapan pengaspalan jalan ada penyuplai material tanah urug bernama Sutan Wijaya alias Buyung dan Ratno yang mengatakan pada awak media kicaunews bahwa sebagian besar uang pembayaran material sudah di bayar namun sisa pelunasan pembayaran meleset dari waktu yang di bicarakan pada waktu awal sebelum pengurugan.

Sutan Wijaya menjelaskan bahwa pelunasan pembayaran dari material proyek yang di kirim masih kurang 50 jutaan.

Sedangkan Ratno dari material proyek yang sudah dikirim dirinya baru di bayar sebagian namun masih kurang untuk pelunasan pembayaran senilai sekitar 700 jutaan dari jumlah material proyek yang sudah di drop keseluruhan senilai 2 milyar.

Kini pengerjaan proyek sudah pada tahap tahap akhir yaitu sudah tahap pengaspalan permukaan jalan sehingga tentunya tahap pelaksanaan material tanah urug sudah selesai sehingga permintaan Sutan Wijaya alias Buyung dan Ratno dari pihak pelaksana proyek segera melakukan pembayaran pelunasan material tanah urug.

Dari pihak perwakilan pelaksana proyek menjelaskan ke awak media kicaunews bahwa pembiayaan proyek ada keterlambatan pembayaran dan tentang kekurangan pembayaran mengenai material tanah urug jalan sudah di laporkan ke atasan dan sedang di usahakan untuk di bahas yang nantinya ada jawaban yang akan di berikan dari pihak pelaksana proyek.

Di tempat yang lain dan juga pelaksana proyek yang berbeda namun dari anggaran yang sama dari APBN mengenai penyuplai material pada proyek Multy years pembangunan irigasi BBWS Serayu opak anggaran dari APBN juga beberapa penyuplai material mengeluh yang sama tentang persoalan pelunasan pembayaran material proyek.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Barat Salurkan Beras Bantuan Polri di Desa Gunung Perak

Licung warga karang benda Kecamatan Nusawungu Cilacap bahkan siap mengambil lagi material yang sudah terpasang di pembangunan saluran air yang di kerjakan oleh PT KSK dan Adhi karya yang saat ini sedang melaksanakan proyek irigasi apabila uang pembayaran dari material yang sudah di kirim dan juga sudah di pasang untuk proyek irigasi tidak segera di lunasi. Sudah setahun lebih Licung menunggu kejelasan dari pihak PT KSK dan Adhi karya namun dirinya seakan din ombang anbingkan oleh kebijakan pelaksana proyek.

Eka sebagai kepala operasional dari PT KSK yang melaksanakan proyek irigasi yang beralamat kantor di selatan perempatan Buntu sangat susah untuk di temui untuk dibkonfirmasi dan bila awak media mencoba untuk menemui Eka selalu di dapat jawaban dari sekuriti kantor PT KSK dan Adhi karya yang berada di Buntu Sidamulya Kemranjen Banyumas bahwa Pak Eka tidak berada di tempat dan tidak tahu di mana.

Sebenarnya banyak yang ingin di konfirmasi tentang pelaksanaan proyek yang saat ini di kerjakan oleh PT KSK dan Adhi karya termasuk imbas kerusakan jalan Desa akibat dari lewatnya kendaraan bermuatan berat membawa material proyek yang di kerjakan PT Adhi karya dan PT KSK selain mengenai pembayaran proyek yang masih merasa belum ada penyelesaian pelunasan. (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru