oleh

Tanggapi Komentar KPN, Aktivis Demokrasi: Mungkin Dia Merasa Ahli dan Lembaganya Kredibel 

KICAUNEWS.COM – Pasca munculnya rilis survei KPN (Kajian Politik Nasional) beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan saling balas komentar antara KPN dengan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI). Diketahui PERSEPI sebelumnya menanggapi hasil survei KPN yang dinilai janggal dan ada yang tidak sesuai dengan standar metodologi riset ataupun Survei yang biasa dilakukan.

Merasa tak terima, Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengkritik keras komentar PERSEPI dengan menyebut banyak lembaga survei yang kerjanya Asal Bandar Senang (ABS). Bahkan pihaknya mengatakan bahwa calon-calon tersebut harus berterima kasih telah mendapat positioning real sebelum pendaftaran resmi di gelar, bukan memberikan janji-janji surga kepada calon padahal kenyataannya tidak demikian.

Menanggapi perdebatan tersebut, Aktivis Forum Literasi Demokrasi (FLD) Tangsel, Irham Mudzakir mengatakan klaim kebenaran yang dilontarkan oleh KPN dinilai berlebihan dan reaksioner. Menurutnya, KPN menampilkan dirinya seolah-olah yang paling benar, paling jago survei, paling bermoral tinggi. Padahal KPN ini rekam jejaknya gak jelas.

“Saya googling lembaga KPN itu, gak ketemu itu. Itu lembaga baru lahir. Gayanya sudah kaya paling senior di dunia survei. Mungkin KPN merasa lebih ahli dan lembaganya paling kredible di Indonesia ya, sehingga dikasih masukan malah menyerang. Saya cek nama-nama lembaga survei yang terdaftar di asosiasi PERSEPI, tidak ada itu KPN, di AROPI juga tidak ada. Pernah terdaftar di KPU juga tidak ada. Mungkin punya metode, cara dan asosiasi sendiri,” ungkap Irham dengan nada heran, Sabtu (08/08).

KPN menjelaskan sudah menyampaikan perbandingan semua data sampel dan membandingkannya dengan data BPS dan DPT. Tapi dari data yang beredar, tidak ada sama sekali penjelasan proporsi responden di tiap kecamatan. “Harusnya dijelaskan 440 itu dimana saja. Berapa persen sampel di tiap kecamatan, jika perlu PSU diumumkan. Itu kan tidak membuka rahasia responden tapi memang begitu etikanya. “Ini juga saya heran, klaim margin error katanya 4,8 persen tapi perbandingan sampel sama data kok presisi. Kalau begitu margin errornya 1 persen dong. Sama kaya quick count,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca juga :  Pilkada Tangsel, PSI Siap Gelar Konvensi Dorong Kader

Irham mengajak semua pihak untuk membangun demokrasi yang sehat di Tangsel. Pelaksana, peserta dan stakeholder pilkada, di dalamnya tentu adalah lembaga survei, harus terlibat menjaga agar pemilihan berlangsung jurdil. Kehadiran lembaga survei tentu membawa pendekatan ilmiah yang kaku, berpegang pada metodologi yang umum dan bisa diuji siapa saja. Tentu bisa lahir lembaga survei baru atau lembaga apa saja yang mau menyenarakkan pilkada tapi wajib ikut aturan, kode etik, dan kalau survei misalnya, ya pake metode yang umum yang digariskan oleh asosiasi lembaga surveinya.

“Jadi mengatakan Asal Bandar Senang (ABS) pada PERSEPI adalah arogansi kebablasan. Siapa sih orang ini, hebat banget,” pungkasnya. (Haji Merah)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru