oleh

Sidang Lanjutan Lince Linawati, Kuasa Hukum Beberkan Kejanggalan Dakwaan

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Sidang dugaan tindak pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Lince Linawati, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (14/06/2020) dengan agenda pembacaan Eksepsi oleh kuasa hukum terdakwa, Zain Effendi, Arman Suparman, dan Mohamad Fajar. Lince Linawati didakwa pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dan 372 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 atas gugatan Dahliyanti yang diketahui sebagai rekan Lince dalam bisnis bersama.

Kronologi singkat

Lince Linawati (Tergugat)
Dahliyanti (penggugat)

Lince dan Dahliyanti yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga menjalani bisnis investasi bersama. Dimana Lince sebagai yang menjalankan usaha, Dahliyanti pihak yang memberi pendanaan (investor)

Dahliyanti menggugat Lince secara perdata dengan tuduhan wanprestasi. Dahliyanti merasa Lince tidak memenuhi kewajibannya untuk memberikan laba dari hasil usaha mereka. Sementara pihak Lince sudah memberikan hak Dahliyanti sebagaimana seperti perjanjian (ada bukti transfer dan siap untuk di audit akuntan publik untuk dicek kebenarannya)

Dahliyanti dengan segala upaya ingin meminta Lince mengembalikan sejumlah uang tersebut dengan berbagai cara. Dari intimidasi kepada pihak Lince sampai menggugat perdata & pidana. Demi melancarkan keinginannya Dahliyanti diduga memalsukan tanda tangan Lince dalam akta Notaris Yan Armin. SH. Untuk itu pihak Lince juga sudah melaporkan pemalsuan tanda tangan ini ke Polres Metro Jakarta Utara sejak tahun 2018. Tapi sampai saat ini Laporan tersebut mangkrak.

Dalam putusan pidana perdata Lince dengan nomor 789/Pdt.6/2019/PN.Tng dinyatakan wajib mengganti kerugian kepada pihak Dahliyanti sebesar 3 Milyar.

Dua hari setelah putusan pengadilan Perdata, Lince langsung di tahan oleh kejaksaan dengan pelaporan dugaan 378 & 372 tentang penipuan dan penggelapan. Pelaporan pihak Dahliyanti ini diduga kuat dilakukan karena pihaknya tidak puas dengan hasil putusan perdata.

Baca juga :  Polres Tangsel gelar Syukuran HUT RI Ke 74 dan HUT Polres Tangsel Ke 4

Saat ini gugatan pidana terhadap Lince sedang dipersidangkan di PN Tangerang dengan nomor perkara PDM-445/TGR/06/2020 dengan agenda pembacaan Eksepsi (penolakan dakwaan).

Dalam eksepsi tersebut, Kuasa Hukum memaparkan sejumlah kejanggalan atas dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Dian Eka Lestari pada persidangan sebelumnya. Ada tiga poin eksepsi yang dibacakan, salah satunya tentang gugatan banding perdata Lince Linawati yang belum berkekuatan hukum tetap (incraht) “kami kuasa hukum mengacu pada peraturan Mahkamah Agung (MA) No. 1 Tahun 1956, Pasal 1. Dalam eksepsi yang kami sampaikan perkara pidana ini tidak bisa dijalankan, dikarenakan harus menunggu incraht dari perkara perdatanya, ” Ucap Fajar saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam putusan perkara perdata di tanggal 15 Juni 2020, Lince dinyatakan telah melakukan wanprestasi dengan putusan hukuman mengembalikan uang kepada Dahliyanti selaku penggugat sebesar Rp. 3.001.585.000. Atas putusan tersebut, Lince mengajukan banding hanya berselang satu hari sejak keluarnya hasil putusan perkara perdata.

Terkait poin kedua dinilai sangat Fatal oleh tim kuasa hukum yakni menyoal tidak diberikannya tanggal, bulan dan tahun dalam penyusunannya. “Bagi kami ini sangat fatal karena menyangkut hukum acara yang merujuk pada Pasal 143 KUHAP, yang mana dakwaan itu harus jelas penetapan waktunya, ” Imbuh Fajar. Dengan demikian ia berharap agar Majelis Hakim bisa mempertimbangkan eksepsi yang disampaikan.

Dalam kesempatan yang sama, Dian Eka Lestari selaku JPU membantah kalau pihaknya dinilai terburu-buru untuk membuat dakwaan. “Gak lah karena ini perkara kan penanganannya dari pihak Kejagung, karena prosesnya wilayah kabupaten jadi kita tinggal terima saja. Kalau Pidananya ini sudah lama, jadi klo dibilang terburu-buru gak, ” Pungkasnya.

Baca juga :  Puluhan Buruh Diduga Ditelantarkan PT.Kiat Ananda Gruop, Tuntut Dipekerjakan Kembali

Team/Gln/Trs

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru