oleh

Wartawan Media Online di Cilacap Diduga Diintimidasi Karena Sebuah Pemberitaan

Cilacap, Kicaunews.com – Diduga keberatan adanya pemberitaan yang muncul di media online sigap 88news tentang dugaan pungli yang di lakukan Kusmiadi terhadap petani yang menggarap lahan di area wilayah Kedung borang  kecamatan Kawunganten kabupatem Cilacap.

Rumah kediaman kaperwil media on line sigap 88 Ahmad Rosidin  didatangi oleh Kusmiadi beserta beberapa wartawan.

Kaperwil Sigap 88news Ahmad Rosidin saat bersama dengan wartawan online sigap 88news Agus di datangi Kusmiadi beserta beberapa orang wartawan yang mempermasalahkan tentang pemberitaan di media online sigap 88news mengenai adanya dugaan pungli yang di lakukan Kusmiadi terhadap para petani yang menggarap lahan  di area Kedung borang Kawunganten Cilacap.

Menurut wartawan online sigap 88news Agus menjelaskan kepada Reporter media kicaunews  bahwa Kusmiadi beserta beberapa orang  wartawan datang menemui Agus di rumah Kaperwil media Sigap 88news di grumbul Klepu kerep Desa Bulaksari kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap karena Kusmiadi dan beberapa wartawan merasa tidak senang dengan munculnya berita yang muncul di media online Sigap 88news tentang adanya dugaan pungli yang di lakukan Kusmiadi terhadap para petani di Kedung borang dan Kusmiada dan beberapa wartawan meminta agar berita yang sudah muncul di media on line Sigap 88 news tersebut untuk segera di hapus.

Menurut Agus seseorang yang bernama Kusmiadi yang di dampingi beberapa orang wartawan juga menyuruh Agus agar meminta maaf pada Kusmiadi.

Dalam isi berita media on line sigap 88news di sebutkan tentang dugaan adanya penarikan uang sejumlah Rp 500.000 pada para petani dengan alasanya diantaranya adalah nantinya uang tersebut akan di gunakan untuk penyambutan penyidik dari Polda yang akan datang ke kedung borang Kawunganten Cilacap.

Baca juga :  Satlantas Polres Indramayu Melakukan Rekayasa Lalu Lintas di Sejumlah Tempat

Egy Wardoyo salah seorang  wartawan Jawa pess menjelaskan lewat grup WA Rabu (8/7/2020) bahwa dirinya ikut menemui wartawan Sigap 88 yang bernama Agus bersamaan dengan Kusmiadi di rumah Ahmad Rosidin Desa Bulaksari kecamatan Bantarsari kabupaten Cilacap untuk meminta Agus selaku wartawan media sigap 88news menghapus berita  tentang pemberitaan pungli yang dilakukan Kusniadi terhadap petani penggarap di area Kedung orang Kawunganten Cilacap di media online sigap 88news.

Selain mendatangi wartawan dari media sigap 88news yang bernama Ahmad Rosidin dan Agus, ternyata Egy Wardoyo yang merupakan wartawan Jawa pess beserta Warto wartawan Banyumas pos dan Sholeh wartawan Berita patroli juga mendatangi wartawan Jurnal polisi news Saefullah Firmansyah di Desa Rawajaya Sitinggil Kawunganten Cilacap menanyakan tentang munculnya berita di media Sigap 88news ke Saefullah Firmansyah yang merupakan wartawan jurnal polisi news.

Saefullah firmansah wartawan jurnal polisi news menjelaskan pada awak media kicau news  bahwa saat itu Saifulloh firmansah sedang ada tamu Eno (Wangon) yang merupakan Pengurus Ormas BPBN DPW 1 Jawa Tengah ke rumah Saifulloh firmansah di Sitinggil Rawajaya kawunganten Cilacap tiba tiba didatangi oleh Egy wardoyo wartawan Jawa pess, Warto wartawan Banyumas dan Sholeh wartawan berita Patroli yang menanyakan tentang berita yang muncul di media online  Sigap 88news dan agar berita yang sudah muncul tersebut agar segera dapat di hapus .Namun permintaan tersebut di tolak karena menurut Saifulloh tentang pemberitaan yang ada di media online sigap 88news tersebut sudah sesuai fakta hasil peliputan yang buat dasar untuk di jadikan pemberitaan.

Eno (Wangon) Pengurus BPBN DPW 1 Jawa Tengah  yang saat kedatangan Egy Wardoyo, Warto dan Sholeh berada bersama wartawan jurnal polisi news Saefullah Firmansyah kepada awak media Kicaunews menjelaskan bahwa apabila ada yang keberatan tentang munculnya sebuah  pemberitaan yang muncul di sigap 88news tentunya jangan mendatangi wartawan yang memberitakan tetapi datanglah ke redaksi berita Media online Sigap 88news.

Baca juga :  Kapolsek Sinjai Borong Imbau Petugas Posko Cegah Covid-19 Jaga Keselamatan Diri Saat bertugas

Atau menggunakan jalur yang sudah di atur semisal mengadu ke Dewan pers di Jakarta. Karena menurut Eno apa yang di sampaikan di berita online Sigap 88 sudah tepat karena di dukung dari hasil peliputan.

Eno juga menjelaskan pada awak media Kicau news bahwa Egy, Warto dan Sholeh meminta agar Eno bersedia di pertemukan oleh Egy Warto dan sholeh dengan Kusniadi Cs dan permintaan Egy Wardoyo, Warto dan Sholeh disanggupi  oleh Eno untuk bertemu dengan Kusmiadi bahwa dirinya bersama rekan tidak ada rasa takut atau keberatan namun dengan senang hati siap bertemu dengan Kusniadi Cs sesuai permintaan Egi, Warto dan soleh terserah mau di mana dan kapan saja.

Bahkan Eno justru yang akan terus menagih janji Egy ,Warto dan Sholeh apabila nantinya Eno dan rekan belum juga di pertemukan oleh Egy Wardoyo , Warto dan Sholeh dengan Kusmiadi.

Bukankah tentang tugas wartawan sudah di atur dalam UU PERS no 40 tahun 1999 bahwa siapa saja yang menghalang halangi tugas wartawan dalam rangka pemberitaan dikenai sangsi pidana kurungan 2 tahun atau denda nominal Rp 500.000.000.

Namun masih saja ada yang berusaha menghalangi tugas wartawan dalam pemberitasn dengan cara meminta agar berita yang sudah muncul untuk di hapus padahal pemberitaan yang muncul sudah sesuai aturan mengenai peliputan.

Sedangkan semua faktor pendukung  munculnya sebuah pemberitaan di media online sigap 88 news telah di lakukan wartawan sesuai fakta yang ada namun mengapa ada wartawan media lain ikut mencampuri urusan pemberitaan untuk di hapus ? (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru