oleh

Ánggota DPRD Jabar Perihatin Terkait Aksi Demo Warga Desa Tersana Ber-Jilid-Jilid Yang Bisa Menciptakan Instabilitas Politik

Indramayu, Kicaunews.com – DPRD Provinsi Jawa Barat Perihatin terkait penanganan kasus kepala Desa (Kuwu) Desa Tersana Kecamatan Sukagumiwang Indramayu yang menyebabkan aksi demo ber jilid-jilid dan sudah viral kemana mana sehingga menciptakan instabilitas politik

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Husin, SE menyampaikan keperihatinanya terkait aksi demo berjilid-jilid warga Desa Tersana Kecamatan Sukagumiwang, dimana tuntutanya adanya pelanggaran Administratif dan pidana oleh kuwunya terkait penyalah gunaan wewenang karena telah menyerahkan asset desa tanpa syarat sebelum menjabat kepala desa dan setelah menjabat kepala desa.

Dimana ada temuan surat penyerahan asset desa selama 5 tahun kepada warga lain dimana surat surat tersebut sudah di akui sendiri keberadaannya dan kebenarannya oleh pihakt terkait antara Kuwu Tersana dan Sudarta sebagai salah satu jaminan pembayaran hutang pencalonan kepala desa pada 2017 lalu.

Lanjut Husin, menyarankan agar Warga Tersana membuat surat Kronologis pelanggaran Administratif maupun Pidana yang sudah dilakukan oleh kuwunya yang di tunjukan ke Bupati Indramayu, Inspektorat, Kapolres Indramayu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Asisten Daerah Satu dan DPRD Kabupaten Indramayu sebagai dasar untuk melakukan investigasi dan memberikan rekomendasi terkait sangsi apa yang akan di berikan kepada Kuwu Tersana nantinya. Sabtu (04/06/2020)

lanjut Husin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan dapil 12 Indramayu- Cirebon menuturkan Nanti hasil Investigasi menjadi dasar rekomendasi sangsi apa yang harus diberikan kepada Kuwu Tersana apa berupa pemberhentian jabatan kepala desa karena telah melakukan pelanggaran administratif dan Pidana atau berbentuk sangsi lain.

“Hasil investigasi 6 lembaga terkait menjadi dasar kepolisian atau inspektorat melakukan tindakan hukum sesuai pelanggaran yang dilakukan” ungkapnya

Husin melanjutkan, Surat kronologis yang di buat warga Tersana nantinya tembuskan ke DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai dasar kami nantinya untuk mempertanyakan kinerja Enam Lembaga Terkait dimana nanti kami akan pertanyakan kerja-kerja Kongkrit jika ada pelanggaran Administratif segera di tindak secara Administratif Jika Pidana segera di tindak secara Pidana agar tidak menimbulkan Aksi Unjuk Rasa ber jilid-jilid Warga Tersana yang bisa menyebabkan Instabilitas politik pemerintah apa lagi menjelang pilkada.

Baca juga :  DIBALIK KETIDAKTAHUAN

Aksi unjuk Rasa ke 4 yang dilakukan masyarakat Tersana pada Jumat (3/6) kemarin sangat memperihatinkan ratusan warga turun ke jalan menyuarakan aksi tuntutan agar Kuwu Tersana Mundur dari Jabatanya memancing keperihatinan semua pihak termasauk DPRD Jawa Barat yang terkesan ada pembiyaran sehingga tidak ada solusi kongkrit yang bisa di jadikan dasar meredam aksi masa.

Ketua Koordinator Aksi Ilman mengungkapkan Aksi Unjuk Rasa ini di samping turun ke jalan, kami juga siap menjalankan hasil masukan dari berbagai pihak diaantaranya masukan dari DPRD Provinsi Jawa Barat, untuk langkah langkah selanjutnya sampai benar-benar Kuwu di berikan sangsi tegas berupa pemberhentian Jabatan Kuwu agar warga memiliki kepercayaan kepada pemerintah yang ada.

Lanjut Ilman, harapan kami aksi Unjuk Rasa masyarakat Desa Tersana tidak di anggap sebelah mata, unjuk rasa ini adalah murni tuntutan rakyat tidak ada pemodal yang membiyayai aksi unjuk rasa dan untuk kebutuhan alat alat unjuk rasa seperti pengeras suara saja kami iyuran dari peserta aksi unjuk rasa. Pungkasnya. (kajen)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru