oleh

KPH Perhutani Banyumas Barat Akui Luas Tanah Yang di Tukar 1655 Ha Bukan 6000 Ha

Banyumas, Kicaunews.com – Adanya pemberitaan di salah satu media cetak bahwa adanya area di wilayah Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap yang jadi lahan persoalan antara warga dan yang di kelola perhutani seluas 6000 hektar di bantah KPH Perhutani Banyumas Barat.

Bagian Hukum KPH Banyumas Barat Takwin di dampingi bagian Humas KPH Banyumas barst Sukirto menjelaskan ke awak media Kicaunews Selasa (30/6/2020) di kantor KPH Perhutani Banyumas Barat bahwa tanah warga yang di persoalkan sebenarnya sudah ada tukar menukar kawasan hutan serta sudah ada kesepakatan dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan juga tanah pengganti juga sudah di tunjuk.

Berdasarkan peta lampiran proses Verbaal luas tanah masuk dan keluar adalah seluas 1654.955 Ha. Setelah di lakukan overlay antara peta lampiran proses verbaal no 3 tanggal 9 Mei 1959 dengan peta kawasan Hutan perkembangan pengukuhan kawasan hutan provinsi Jawa Tengah sampai dengan tahun 2017 SK . 8100/Menlhk- PKTL/KUH/PLA.2/11/2018 tanggal 23 Nopember 2018 di ketahui bahwa Tanah yang dikeluarkan dari kawasan Hutan telah tergambar sebagai APL ( area pengganti lain ) sedang tanah masyarakat yang diserahkan sebagai tanah pengganti sudah di tunjuk sebagai kawasan hutan serta sudah di sahkan oleh Mentri kehutanan melalui nomor : SK 359/menhut-II/2004 tanggal 1 Oktober 2004.

Dan luas area tersebut bukan 6000 hektar seperti yang sudah di beritakan oleh salah satu media Cetak dan beberapa media on line tetapi luasnya hanya 1654,955 Hektar.

“Dan khusus untuk area wilayah Kedung borang hanya seluas sekitar 400 Hektar saja. Jadi apabila yang di tuntut adalah seluas 6000 Hektar maka luas tanah tersebut harus mencari kemana ? , dan darimana dasar nya mengatakan seluas 6000 Hektar ?,” Terangnya.

Baca juga :  Komandan Korem 052/Wkr Kolonel Kav Agustinus Purboyo,S.IP memimpin dalam Acara Tradisi Pelepasan Kolonel Inf Iwan Setiawan,S.E,.M.M.

Sedangkan mengenai adanya muncul komunitas petani yang baru yang bernama Komunitas tani Kedung borang bersatu yang di ketuai Kusmiadi pihak dari KPH Perhutani Banyumas barat justru tidak mengetahui.

Karena yang tercatat sebagai penggugat persoalan tanah tukar kawasan Hutan di wilayah Kawunganten adalah forum peduli tanah rakyat (FPTR) yang saat ini sedang di coba untuk dianjutkan di lakukan pengukuran ulang. Dan belum mengetahui tentang komunitas baru bernama Komunitas tani Kedung borang bersatu pimpinan Kusmiadi.

Sebelumnya awak media Kicau news mendapat penjelasan dari LBH ASA Law Firm Purwokerto Ananto Widagyo S.H S.Pd di Kantor LBH ASA Law Firm Purwokerto yang menjadi kuasa Hukum Komunitas tani Kedung borang bersatu pimpinan Kusmiadi bahwa tanah warga yang di persoalkan di wilayah kawunganten adalah seluas 6000 Hektar. (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru