oleh

Terkait Pembangunan Irigasi di Desa Glebak Dalam, Ada Dugaan Korupsi

Palembang, Kicaunews.com – Program kementerian pertanian untuk meningkatkan hasil pertaninan dengan intenspikasi boleh dikatakan cukup membawa angin segar, tepi kenyataannya dilapangan cukup mengecewakan terutama didesa glebak dalam Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumtera Selatan, dimana desa tersebut telah dibangunnya bangunan bendungan irigasi, dengan dana sebesar Rp.3,6 M melalui dana Serasi program Menteri Pertanin RI.

Namun keberadaan proyek tersebut membuat masyarakat kecewa, karena beberapa lahar persawaan rusak sehingga tidak produktif.

Kemudian akibat dari bangunan irigasi, jalan poros yang seri digunakan untuk mobilitas hasil pertanian menjadi terputus rusak parah dan berlumpur.

Padahal selama ini jalah tersebut cukup bagus bisa dilalui mobil truk. Setelah selesai proyek ini pihak dari dana serasi, tidak ada niat untuk memperbaiki dan ditinggal begitu saja.

Dari keluhan masyarskat Glebak Dalam , pihak media mencoba konfirmasi salah seorang Konsultan dari pihak Dana Serasi, bernama Ateng, Dia mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui kalau akibat dari pembangunan itu adanya jalan rusak,”kalau begitu kami akan terjun kelapangan ,” kata Ateng ditempat kediamannya.

Terkait dengan program bangunan irigasi yang ada di Glebak dalam, yang maafnya sampai ini belum dirasakan oleh masyarakat, pihaknya akan mengevaluasi dan akan turun kelapangan, namun kata dia proyek ini sudah diserahkan kepihak Gapoktan yang ada di Glebak Dalam, diantaranya adalah Syaipul.

Dan masalah Mesin Pompa yang dikeluhkan masyakat yang sampai saat ini belum dipasang,Ateng mengatakan itu sudah dipasang dua mesin, namun dia tidak merincikan secara jelas,kelihatan kasus ini ditutupi.

Sementara Camat Rambutan, A.Rosyadi di ruang kerjanya mengatakan, prokyek irigasi yang dibagun di desa Glebak Dalam itu masih wilayah kecamatan Rambutan, namun sampai saat ini proyek itu tidak ada kordinasi dengan pihak camat, baik pada waktu memulainya sampai selesai proyek itu tidak ada komfirmasi.

Baca juga :  Kanit Binmas Polsek Sinjai Tengah Polres Sinjai Kunjungi Posko Covid -19 Imbau Cegah Covid-19

Maka kami tidak dapat memberikan komentar apa pun, terhadap proyek tersebut kami tidak terlibat sama sekali,” ujarnya(22/6)

Lebih lanjut kata Rosyadi, mengenai akses jalan yang menuju lahan pertanian masyarakat, pihaknya akan melihat kelapangan kondisi sebenarnya.

Kalau itu memang benar adanya,”maka kami akan menanyakan terlebih dahulu kepada Kadesnya, langkah apa yang akan kita ambil,” katanya.

Sementara seorang pihak penyidik Kejati Sumsel, yang namanya tidak mau disebutkan namanya, mengatakan pihaknya siap mengusut tuntas prokyek irigasi ini jika nanti memang ada kejanggalan yang mengarah pada adanya dugaan korupsi,”kami siap untuk mengusutnya,”ungkapnya.(22/6).(ARH/DS/AI)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru