oleh

H Windu Suko Basuki : Pasar Seni dan UMKM di Kendal

Kendal, Kicaunews.com – Goncangan Ekonomi ditengah pandemi COVID-19 telah kita rasakan bersama kebijakan keuangan Negara dan kebijakan sector keuangan sebagai crisis Relief dalam menangani pandemi COVID-19 mengacu pada surat edaran mentri keuangan Nomor 03/ MK.1/2020.

Berbagai upaya dilakukan dalam menanggulangi badai krisis ekonomi yang dapat terjadi sewaktu waktu meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja berdampak langsung pada tingkat pengangguran hingga menyebabkan jumlah pengangguran melonjak tinggi di Indonesia juga terjadi di kabupaten Kendal.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang awalnya diprediksi aman dan akan mencapai 5,3% pada akhirnya tidak terwujud melonjaknya jumlah penderita COVID-19 telah menurunkan optimize pertumbuhan ekonomi hanya 2,3%, namun tidak menutup kemungkinan bila wabah ini tidak segera teratasi angka akan turun terus menjadi -0,4% uraian diatas sebagai gambaran mencari alternative atau jalan keluar dari efek negatif pandemi ini.

Sektor usaha khususnya UMKM di Kendal juga terdampak pandemi, lesunya pasar,minimnya bahan baku menjadi hambatan yang dialami oleh pelaku usaha dan UMKM, belum berjalanya kegiatan belajar mengajar juga menjadi pukulan ke sector usaha dan UMKM serta pedagang yang biasa berjualan di kantin sekolah.

Kini dibeberapa provinsi dan kabupaten sudah melonggarkan kegiatan masyarakat dan mendorong kegiatan usaha untuk dibuka kembali, tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sering mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, jaga jarak, menghindari kumpulan banyak orang karna kita memahami pandemi ini belum berakhir.

Dewi penjual jus yang sering mangkal di MIN Kendal, mengungkapkan, setelah pembagian raport kenaikan kelas kemarin, berharap sekolah bisa segera membuka kegiatan belajar mengajar agar kita bisa berjualan lagi, perekonomian segera normal lagi katanya.

H.Windu Suko Basuki saat ditemui awak media ketika bertemu warga di kampung literasi patean mengungkapkan jumlah UMKM di Kendal lebih dari 30.000 unit tersebar di 20 kecamatan, ini harus mendapatkan perhatian serius, kita bersiap menuju New Normal artinya sosialisasi terhadap pelaku UMKM terus kita lakukan, kita taati protokol kesehatan yang dicanangklan pemerintah, aspek pemasaran perlu kita dorong untuk terus berkembang, media promosi kita upayakan dengan berbagai cara, perbaikan kwalitas produk tentu juga harus terus diperbaiki, sekaligus Kita akan perkuat sisi permodalan.

Baca juga :  Kabur Saat Diperiksa KPK, Dewan Pakar Partai Golkar Tetap Bela Setya Novanto

“Kedepan kita akan buat semacam pasar seni dan UMKM dikendal, ada konser musik dari musikus lokal kendal, jajanan khas Kendal bisa terus kita promosikan, kita akan inventarisir lahan atau gedung kosong milik Pemkab kita atur dan tata ulang menjadi tempat berkumpulnya para musisi, seniman, aktivis, pelaku bisnis. Sehingga Kendal siap menjadi pusat industri dan pariwisata seperti yang kita programkan,”Paparnya (Sukrisno)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru