oleh

Ketua Umum BERSAMA Putera Astaman Bersilahturrahim Dengan Deputi Rehabilitasi BNN RI

Jakarta, Kicaunews.com – Bertempat di kantor Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia ( BNN RI ) Cawang, Ketua Umum BERSAMA, Mayjen Pol. ( Purn. ) Drs. Putera Astaman berkesempatan mengadakan pertemuan dengan Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si, pada Kamis ( 18/06/2020 ).

Pembicaraan beralih menjadi diskusi intensif karena Deputi Rehabilitasi sudah mengenal baik sosok Ketua Umum BERSAMA sejak Yunis Farida meniti karir di Kementerian Sosial jauh sebelum beliau ditunjuk menjadi Komandan Bidang Rehabilitasi di BNN RI.

Salah satu bahasan utama adalah bagaimana upaya merehabilitasi 134.000 pecandu yang saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan dan menempatkan di panti – panti rehabilitasi baik milik Pemerintah maupun swasta. Berbagai temuan antara lain adanya celah regulasi Kementerian Sosial, Kesehatan dan BNN RI membuat persoalan ini belum terlihat akan diselesaikan dengan cepat. IPWL di Puskesmas misalnya, terkendala dengan masalah ketersediaan sarana tempat tidur untuk residen ( pecandu ) yang memerlukan fasilitas rawat inap. Rumah Sakit Jiwa diwajibkan memberikan layanan rehabilitasi korban narkoba sebesar 10% dari kapasitas tempat tidur yang tersedia. Amat tidak sebanding dengan pekerjaan besar di depan mata yang memerlukan penanganan segera.

Untuk itulah Ketua Umum BERSAMA menyampaikan pentingnya Penanganan Darurat Narkoba melalui Kelola Sosial Berskala Besar. Strategi inilah yang diyakini mampu menjadikan negeri ini sukses menuju Indonesia Emas yang menjadi cita – cita bangsa ini, tetapi lebih dulu ada pernyataan dari Presiden Jokowi bahwa Indonesia tidak lagi dalam kondisi darurat narkoba.

Deputi Rehabilitasi menyadari betul kondisi ini. Beberapa kali pertemuan dengan kementerian terkait, salah satunya dengan membuat sebuah Standar Nasional Indonesia yang segera dijadikan pedoman bagi rumah-rumah rehabilitasi di Indonesia.

Baca juga :  Sandiaga Uno Menyapa Warga Kab. Bekasi Meski Cuaca Hujan dan Becek, Disambut Antusias Para Pendukung 02

” Kenyataan bahwa banyaknya masyarakat yang tinggal di kampung, di desa terpencil yang kurang pengetahuan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka yang bekerja di ladang sawit diiming – imingi narkoba sebagai obat kuat yang membuat mereka tidak mudah lelah, meningkatkan produksi. Obat yang tidak perlu dibayar dengan uang tunai, tetapi cukup dengan memberikan sebagian hasil sawit yang mereka panen untuk ditukar dengan obat kuat penambah energi. Itulah yang Saya harapkan bahwa BERSAMA membantu di bidang Peran Serta Masyarakat. Usai direhabilitasi mereka perlu sebuah langkah pembinaan dalam komunitas ” ujar Yunis Farida

Sementara, Ketua Umum BERSAMA juga menyampaikab bahwa negeri ini sedang fokus berperang melawan Covid 19, dilanjutkan dengan Normal Baru, kondisi yang justru memberikan ruang gerak leluasa kepada aktifitas dunia narkoba sehingga mengakibatkan bertambahnya korban baru, sementara yang lama belum lagi mampu diselesaikan. Apalagi seluruh elemen masyarakat juga ikut serta ambil bagian dalam penanganan pandemi Covid19, sehingga terasa bahwa penanganan terkait narkoba untuk sementara harus terpinggirkan. Padahal bahaya narkoba itu masif, menelan korban triliyunan rupiah dan menggerogoti seluruh elemen bangsa.

” Tugas berat ini tidak bisa dilakukan orang per orang, itu sebabnya perlu dibentuk Gugus Tugas khusus menangani Narkoba ” kata Ketua Umum BERSAMA yang baru saja berulang tahun ke-82 tanggal 10 Juni yang lalu.

Pembinaan yang konsisten adalah kata kunci, karena BERSAMA telah memulai melakukan pembinaan melalui apel melalui wa grup sekali seminggu.

Lebih lanjut Yunis Farida mengharapkan orang tua dari mantan pecandu memberikan kegiatan bagi anak – anak mereka yang selesai menjalani rehalitasi. Selain CSR perusahaan, mereka bisa diberikan ruang di dalam perusahaan, yang selain merupakan sumber penghasilan mantan pecandu juga merupakan komunitas pembinaan, bagian dari Family Support Grup paska rehab.

Baca juga :  Polsek Gedebage Polrestabes Bandung Dan Gugus Tugas Covid 19 Sosialisasi 3M 1T Di Area GBLA Bandung

Yang kemudian terjadi adalah lajunya angka pertambahan pecandu, sementara akses tidak tersedianya layanan rehabilitasi di desa, Deputi Rehabilitasi mengajak masyarakat lebih berperan aktif. Yunis Farida membuat sebuat perencanaan berjudul Intervensi Berbasis Masyarakat, yaitu dengan mengajak tokoh masyarakat di desa berperan aktif merangkul penyalahguna, melakukan bimbingan (motivasi) dan dengan dukungan keluarga dan masyarakat sekitar mampu menarik mereka keluar dari lingkaran kelam dan mengembalikan ke masyarakat.

Ketua Umum BERSAMA juga menyampaikan Materi PDN KSBB kepada Koordinator Kelompok Ahli BNN RI, Komjen Pol. (P) Drs. Ahwil Lutan, SH, MBA, MM setelah Ketum BERSAMA melakukan komunikasi melalui sambungan telephone.

Selain bersilahturrahim dan berkoordinasi dengan Dra. Yunis Farida Oktora, M.Si selaku Deputi Rehabilitasi BNN RI, Ketua Umum BERSAMA juga bertatap muka dengan Ketua Umum FOKAN sekaligus Ketua Umum GMDM yaitu Jefri Tambayong, SH yang didampingi oleh Yerry Pattinasaranya yang merupakan putera dari mantan pemain sepakbola nasional Ronny Pattinasarany. Selain itu Ketua Umum BERSAMA juga bertatap muka dengan I Nyoman Adiperi, SH selaku Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional ( GANNAS ). (Tomi)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru