oleh

Harapan Kesejahteraan Petani Bawang Merah di Kendal

Kendal, Kicaunews.com – Harga bawang mulai turun, ditingkat petani bawang merah super sudah diharga 28.000/kg yang sebelumnya 42.000/kg. Euforia kemenangan petani bawang dengan kenaikan harga tinggi sepertinya segera berakhir hal ini disampaikan oleh sanuwan petani bawang merah asal desa ringinarum saat ditemui media, petani yang saat ini baru menanam benih 200 kg usia 21 hst ini terus memberikan penjelasan terkait masalah perbawagan.

Penurunan harga bawang merah sayur juga di ikuti dengan turunnya harga bawang merah askip dari 60.000 turun di harga 37.000/kg. Satu sisi petani bisa menanam dengan harga bibit murah, sisi lain penurunan harga sayuran dikawatirkan terus menurunkan harga jual bawang merah petani sampai dibawah 10.000/kg..

Tahun 2016 kita trauma dan sepertinya akan terulang kembali, pemerintah tahun ini ingin melakukan impor bibit bawang merah untuk menekan inflasi, karena komoditas bawang merah salah satu penyumbang inflasi. Pemerintah dengan pertimbangan makro ekonomi ingin menyetabilkan harga komoditas dalam hal ini bawang merah, satu sisi petani keberatan bila pemerintah tidak intervensi saat harga dipetani jatuh, sederhananya stabilitas harga itu ketika harga naik, kita dorong pemerintah utk melakukan langkah langkah dalam menurunkan harga baik dengan operasi pasar, impor dll.

Namun saat harga dibawah 10.000 pemerintah juga harus menyelematkan petani agar tidak rugi, expor volumenya diperbesar, disimpan, stabil itu ketika harga naik diturunkan ketika murah di naikkan. Pemerintah selama ini kalau harga naik diturunkan, kalau sudah turun dibiarkan, petani berjuang sendiri dalam kerugian, ini tidak adil.

Aturannya juga sdh jelas ada Permendag no 96 tahun 2018 tentang harga acuan pembelian ditingkat petani, namun aturan itu selama ini blm bisa dijalankan sebagai mana mestinya tuturnya.

Baca juga :  Anggota Polsek Tukdana Giat Ops Yustisi Bersinergi Dengan TNI dan Sapol PP

Ditempat terpisah calon bupati Kendal Windu Suko Basuki saat ditanya wartawan dalam menyikapi hal tersebut menyampaikan, kita peringkat ke 4 produksi bawang merah di jateng setelah Brebes,demak, Tegal dan kendal, pendataan luasan lahan perlu diperjelas, petani nya dari mana saja juga harus diperhatikan, Karena petani bawang merah di Kendal masih banyak orang luar Kendal dan rekomendasi bulan apa saja yg layak ditanami bawang merah perlu disosialisasikan kepada segenap petani.

“Disamping itu perlu dilakukan penyimpanan stok bawang merah kita tugaskan Disperindag dan perusda untuk melakukan hal ini, ada alat penyimpanan produksi pertanian terutama cabe dan bawang merah namanya control atmosfer storage, itu bisa menjadi solusi bagi petani,” pungkasnya. (Sukrisno)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru