oleh

Petani Tembakau di Kendal Kini Masuki Masa Sulit

Kendal, Kicaunews.com – Pada musim tanam tembakau saat ini terjadi penurunan luas lahan yang cukup tajam, petani sudah mulai engan menanam komoditas yang satu ini karena harga saat panen murah, biaya produksi tinggi dan perawatan yang semakin hari semakin sulit..

Sejak tahun 2000- sekarang terjadi kelesuan bisnis tembakau petani, banyak gudang tembakau yang tutup atau beralih fungsi, Samuri pedang tembakau asal krompakan gemuh Kendal menyampaikan sdh hampir 20 tahun kita tidak bisa kerja maximal di tembakau mas, harga dipetani lebih mahal dari gudang, permintaan berkurang, cuaca yang kurang mendukung menjadi penyebab lesunya bisnis ini.

Lain halnya kata sholeh warga desa Weleri, peningkatan volume perokok justru mengalami peningkatan, rokok sudah menjadi gaya hidup dengan banyaknya pilihan merokok dari yang elektrik,ngelinting dan rokok pabrik.

“Jadi sebenarnya produk tembakau Kendal masih menjadi andalan bahan baku di industri rokok, namun kenapa petani tidak untung saat menanam tembakau,”keluhnya.

Ditempat terpisah ketika dijumpai saat sosialisasi new normal di Weleri, bakal calon bupati Kendal H. Windu Suko Basuki menyampaikan, karier saya di dunia usaha juga tidak mudah, semua harus diperhitungkan dengan baik, sama halnya di sektor pertanian khususnya tembakau harus ada terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kita.

Langkah yang harus kita lakukan adalah membuat klaster atau UMKM khusus sektor tembakau, kita bisa buat festival tembakau lokal, kita jual tembakau bukan hanya ke pabrik namun kita buat rokok skala home industri kita jalin kemitraan dengan pabrik besar tentu sesuai standar mereka.

Pola kemitraan dengan pabrik besar perlu kita dorong dan upayakan, sekaligus kita buat warung khusus menjual pernak pernik rokok, diantaranya tembakau rajangan aneka jenis, kertas rokok, cengkeh, kayu manis dll.

Baca juga :  Himbau Protokol Kesehatan Kepada Masyarakat

Dengan pengembangan ini tentu banyak variasi polo perdagangan tembakau ditingkatkan petani, kalau selama ini hanya dijual ke pabrik atau grader, kedepan dengan banyaknya warung tembakau tentu bisa menyerap hasil tembakau petani selanjutnya menjadi pasar ditingkat lokal, saya berharap kedepan warung tembakau bisa menjual rokok rasa Pabrikan dalam bentuk tembakau rajangan,” tuturnya. (Sukrisno)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru