oleh

Pengacara MPC PP Kota Bekasi Kecewa, Kuasa Hukum Termohon Berbohong di Sidang Praperadilan Polrestro Bekasi Kota

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Sidang praperadilan terhadap Polres Metro Bekasi Kota (Termohon) yang dilaporkan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi (Pemohon) di Pengadilan Negeri Bekasi (PN), Selasa(16/06/2020) berjalan makin seru.

Hakim dan pengacara MPC. PP Kota Bekasi saling berbalas pertanyaan, pasalnya pihak pengacara MPC. PP Kota Bekasi merasa dirugikan dengan keterangan kuasa termohon yang memberikan keterangan bohong yang tidak sesuai fakta di lapangan.

” Jawaban kuasa termohon tidak sesuai fakta di lapangan, disebutkan anggota PP melakukan pelemparan gas air mata dan penangkapan anggota PP di Tempat Kejadian Perkara (TKP), padahal penangkapan tersebut dilakukan di rumah anggota PP dan polisi tidak membawa surat tugas dan surat penangkapan,” ujar Herwanto SH, MH, selaku kuasa hukum MPC. PP Kota Bekasi.

Jawaban kuasa termohon kata Herwanto sangat di luar hukum beracara, karena tidak mungkin MPC. PP Kota Bekasi melakukan praperadilan kalau kejadian penangkapan di lokasi TKP (Warung-Red).

Pemohon menyesalkan seharusnya di sidang dapat menjawab apa isi jawabannya kuasa Termohon dan diberikan kesempatan waktu untuk menanggapi apa yang dibacakan Termohon yang menyebutkan pihak PP melemparkan gas air mata, juga penangkapan anggota PP yang berada di warung, dimana Termohon menganggap bahwa ini tertangkap tangan.

“Kalau kami pemohon tidak menyikapi apa yang dikatakan kuasa termohon, nanti hakim tidak mengetahui anggota kami sebenarnya ditangkap di rumah masing – masing anggota, dan inilah sebabnya pihak kami melakukan praperadilan ini,” tegasnya.

Ariyes Budiman Ketua MPC PP Kota Bekasi mengatakan sangat tidak puas jalannya sidang Praperadilan hari ini.

” Jawaban kuasa termohon sangat tidak menyenangkan, terjadinya praperadilan karena Penangkapan tidak sesuai prosedur, dimana kepolisian melakukan penangkapan tidak berdasar, dengan tidak menunjukkan surat tugas dan surat penangkapan, dan anggota ditangkap dirumah masing masing hingga subuh, ” ucapnya kesal.

Baca juga :  Tiga Pilar Kecamatan Cikedung Dipimpin Langsung Kapolsek Giat Patroli Pendisiplinan 3M

Lebih anehnya, kata Ariyes ljawaban kuasa termohon menyatakan bahwa anggota PP melakukan pelemparan gas air mata.

” Darimana PP punya gas air mata, kenal juga ngak seperti apa itu, jelas tidak ada gas air mata,” tegas Ariyes.

“ Praperadilan ini menguji apakah penangkapan dan penahanan polisi sudah sesuai dengan KUHP dan peraturan Kapolri no.06 Tahun 2019, sementara penangkapan dilakukan di rumah dan penangkapan sangat berdampak sosial bagi anak dan istri,” ungkapnya.

Sidang Praperadilan dilanjutkan besok, Rabu (17/06/2020) dengan agenda menunjukan bukti dan saksi-saksi kedua belah pihak.(Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru