oleh

Dina Saat Anti : Krisis Lost Generation

KICAUNEWS.COM – Pandemi Covid 19 masih belum menunjukan ujungnya kapan akan berakhir. Meskipun pemerintah telah memberlakukan PSBB, kurva yang terkonfirmasi positif terus meningkat setiap harinya. Hal ini menunjukkan bahwa PSBB bukanlah jalan keluar yang efektif untuk menghadapi pandemik ini.

Bahkan yang meningkat bukan hanya angka pasien positif covid 19, tetapi juga angka kemiskinan.
Bagi masyarakat menengah bawah, ini bagai “buah simalakama”, keluar bisa terpapar covid, #DirumahAja pun bisa kelaparan. Dalam keadaan kelaparan, segala penyakit pun bisa hinggap di tubuh kita. Baik penyakit yang merusak tubuh maupun pikiran/mental. Ini yang menurut penulis lebih berbahaya.

Pandemik covid memang telah banyak meruntuhkan banyak sektor. Tidak terkecuali juga pada sektor pendidikan. Sektor pendidikan di Indonesia pun saat ini sedang di ujung tanduk. Belum adanya satu keputusan yang jelas dari pemerintah pusat sampai saat ini, membuat banyak pihak kebingungan dan kekhawatiran baik bagi siswa dan orangtua, maupun bagi guru dan penyelenggara sekolah.

Hastag #DirumahAja, dengan melakukan pembelajaran jarak jauh tanpa ada pedoman dan juknis yang jelas dari pemerintah sampai saat ini juga sangat memprihatinkan. Faktanya, anak-anak tidak bisa efektif belajar full jarak jauh dari rumah. Masalahnya, orangtua juga belum tentu mempunyai kompetensi dan waktu yang cukup untuk mengajarkan anaknya.

Penulis merasakan sendiri, bagaimana anak-anak mulai kehilangan semangat belajarnya. Untuk mengatasi/menghindari kebosanan, banyak orangtua cenderung memberikan kebebasan anaknya hanya bermain gadget atau menonton tv. Bahkan untuk berolahraga demi menjaga kesehatan pun sudah malas dilakukan. Bukan hanya otak yang semakin tumpul tak terasah, otot pun semakin lemah karena kurang gerak.

Anak-anak cenderung bermalas-malasan dengan gadgetnya, ditemani makanan atau cemilan yang juga tidak menyehatkan. Alih-alih mereka meningkat imunitas tubuhnya, yang ada mereka malah bukan saja semakin menurun daya imun tubuhnya tetapi juga menurun kualitas mental dan spiritualnya, akibat terpapar konten-konten negatif dari internet yang unlimited.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Kelurahan Padasuka Monitoring Protokol Kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru

Krisis mental dan spiritual generasi bangsa akibat pandemik ini seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah maupun para orangtua.
Pendidikan bagi generasi bangsa ini haruslah benar-benar dijaga dan dipikirkan agar kita tidak mengalami “lost generation”.

Saat ini sudah banyak beredar berita tentang dimulainya kehidupan “new normal” atau normal baru. Secara bertahap, perkantoran dan mall-mal serta fasilitas umum lainnya sudah mulai dibuka dan diaktifkan kembali. Para orangtua sudah mulai keluar rumah lagi untuk bekerja. Lalu, bagaimana kabarnya dengan sekolah dan anak-anak didik kita?. Sampai saat ini belum ada kejelasan.

Mirisnya bagi penulis, di tengah krisis “lost generation” ini, para orangtua lebih memikirkan perhitungan bayaran SPP sekolah, yang dianggap selama belajar di rumah, sekolah tidak banyak pengeluaran. Mereka tidak tahu, bahwa dibalik layar guru-guru itu menyiapkan pembelajaran jarak jauh, mereka jungkir balik dengan sepenuh hati memberikan yang terbaik demi masa depan pendidikan anak-anak mereka. Banyak orangtua tidak memahami, betapa sulitnya guru-guru dan pengelola sekolah berusaha memutar otak setiap saat selama pandemic ini dalam menyiapkan pembelajaran jarak jauh, yang selama ini belum pernah ada pedomannya.

Kami pun mencoba ingin mengadakan program Homeschooling yang dianggap sebagai alternatif menarik saat pandemik ini. Mencoba dengan melakukan survey dan study banding. Dan ternyata hasilnya, dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu memang bukanlah barang murah, meskipun dilakukan di rumah saja jika ingin mendapatkan target hasil yang optimal. Dunia pendidikan memang bukanlah sektor bisnis murni yang hanya memikirkan laba, tetapi dunia pendidikan ini lebih merupakan proyek idealisme dan investasi akhirat yang tidak berorientasi pada materi semata, namun lebih memikirkan bagaimana masa depan generasi bangsa.

Baca juga :  Kanit Binmas Polsek Sinjai Barat Ikuti Musyawarah di Kantor Lurah Tassililu

Para pengelola sekolah, guru dan orang tua mengkhawatirkan kelangsungan pendidikan generasi bangsa. Jangan sampai pandemic covid ini hanya memberikan kecemasan dan ketakutan berlebihan dan berkepanjangan di masyarakat, hingga mengakibatkan dampak yang lebih fatal lagi bagi bangsa di masa depan… yaitu “lost generation” atau kehilangan generasi, yang berkualitas dan tangguh sebagai penerus bangsa ini di masa depan.

Semoga pemerintah dapat segera memberikan keputusan terbaik tentang kelangsungan sekolah/pendidikan anak-anak kita. Dan semoga Alloh SWT segera mengangkat wabah ini dari muka bumi….
Aamiin yaa Robbal’alamiin.

Oleh : Dina Saat anti (Pengamat Pendidikan)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru