oleh

ARB Desak Organisasi dan Partai Segera Pecat SN sebagai Pertanggungjawaban Moral kepada Masyarakat

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Menyikapi adanya pemberitaan dari beberapa media online atas adanya oknum pejabat publik sekaligus tokoh agama di Kota Bekasi yang melakukan perbuatan yang upnormal dan sangat tidak beretika, Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) selaku Agent of Control di Kota Bekasi menuntut tiga instansi tempat SN bernaung untuk segera memecatnya.

Ketua Umum ARB, Machfudin Latief mengatakan ketiga instansi publik itu Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, MUI Kota Bekasi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi untuk ambil peran segera untuk memecat secara tidak hormat kepada oknum SN baik sebagai pejabat dan pengurus instansi-instansi tersebut.

ARB menilai perilaku oknum berinisial SN terbukti telah mencoreng instansi keagamaan, instansi kepartaian dan masyarakat kota Bekasi atas perbuatan melanggar hukum undang-undang pornografi dan pornoaksi.

“Ini jelas-jelas telah mencoreng muka masyarakat Kota Bekasi dan tidak mencerminkan karakter masyarakat Kota Bekasi yang sangat menghormati akan sebuah etika moral,” tegas Latief, Minggu (14/6/2020).

Selaku Ketua Umum ARB Kota Bekasi, dirinya meminta ketegasan dan kejelasan dari ketiga instansi tersebut untuk merealisasikan pemecatan SN dan meminta kepada SN untuk melakukan permintaan maaf kepada masyarakat Kota Bekasi secara terbuka atas tindakan asusila yang telah mencoreng nama baik Kota Bekasi.

“Jika itu tidak dilakukan maka dari Aliansi Rakyat Bekasi selaku perwakilan masyarakat kota Bekasi akan membawa dan melaporkan oknum tersebut ke jalur hukum yakni ke Polresta Bekasi Kota atas tindakan asusila dan telah mencoreng massal Kota Bekasi,” ungkapnya.

Lanjut Latief, tindakan ARB ini merupakan sikap tegas ARB selaku pemerhati kebijakan Kota Bekasi dan sebagai sikap menghormati akan sebuah supermasi hukum.

Baca juga :  Putra kedua Kapolda Metro Jaya, raih penghargaan Grand Champion di Singapura

Latief pun menyinggung soal informasi simpang siur status SN saat ini di struktur DPC PPP Kota Bekasi. Ada yang menyebut sumber internal jika SN sudah dipecat gegara soal kasus asusila itu, tetapi Ketua DPC PPP Kota Bekasi, sore hari minggu ini mengatakan SN mengundurkan diri.

“Seharusnya DPC PPP bersifat transparan dan lebih berwibawa jika mengambil tindakan memecat oknum itu sebagai upaya meningkatkan marwah partai dan lebih punya nilai integritas yang tinggi sebagai tanggungjawab moral partai islam,” pungkasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru