oleh

Preman Kampung Sok Jago Kebal Hukum Perusak Pohon Pisang Milik Hak Orang Lain

Indramayu, Kicaunews.com – Awal mula kejadian pemotongan liar pohon pisang milik pak wasta di duga preman kampung sok jago kebal hukum dan terjadi pembabadan pohon pisang liar di Blok Citayem Desa Cikawung Kecamatan Trisi Kabupaten Indramayu pada hari Rabu (10/06/2020).

Menurut pa wasta kejadian ini di awali dengan pengancaman terhadap pawasta dan anak anaknya yang perempuan berinisial y dan c bahwa sodara MS ini mengancam bahwa pohon pisang bapakmu akan di tebangi dengan nada keras dihadapan Mereka dengan ucapan “POHON PISANG BAPAK MU SAYA AKAN TEBANGI !!!!!”ucap MS dihadapan pa wasta dan kedua anaknya.

“Setelah pengancaman itu beberapa minggu atau hitungan hari pohon itu terjadi penebangan liar oleh preman suruhan MS, setelah kejadian pemotongan pohon pisang tersebut pa wasta minta pendampingan ke pihak media untuk melaporkan kejadian pembabadan pohon pisang ini dan saya punya surat surat hak garap saya dari pihak perhutani,” ujurnya.

Pada hari hari rabu 3 juni 2020 pa wasta dan di dampingi beberapa media cek lokasi kejadian untuk mencari bukti – bukti dan kesaksian orang sekitar TKP kejadian sebagai bahan bukti laporan ke pihak kepolisian setempat dan pada hari kamis tanggal 4 juni 2020 pa wasta melaporkan secara “DUMAS” tertulis Kepihak Polsek TRISI di bagian Reskrim polsek trisi tuturnya.

Dan proses pelaporan secara DUMAS ini Resmi di laporan di reskrim polsek trisi indramayu, setelah seminggu kemudian setelah pelaporan terjadi lagi preman kampung sok jago ini yang merasa dirinya kebal hukum melakukan pembabadan atau pemotongan pohon pisang liar lagi milik pa wasta pada hari kamis tanggal (11/06/2020), pukul 4 sore.

“Entah kenapa MS ini ada modus apa karena saya dan MS ini tak punya masalah tapi MS ini Memaksa saya suruh menandatangani surat pengalihan hak garap saya di tanah perhutani di Desa Cikawaung Blok Citayem Kecamatan Trisi Kabupaten Indramayu,” tuturnya.

Baca juga :  BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Dana Zakat Senilai Rp 1,2 M

Saya minta perlindungan hukum kepada pihak kepolisian REBUPLIK INDONESIA khususnya polres indramayu dan polsek trisi supaya dalam pengolahan garapan saya tidak ada yang ganggu dan keamanan pribadi saya minta perlindungan dari pihak kepolisian sektor polsek. Pungkasnya.

Dimana Pasal 406 KUHP (1) ditetapkan bahwa:
“Barang siapa dengan sengaja dan dengan melawan hak membinasakan, merusak, membuat hingga tidak dapat di pakai lagi atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain, dihukum penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4500,- (empat ribu lima ratus rupiah)”.

Unsur-unsur dari Pasal 406 KUHP,  Unsur Subyektif : Dengan sengaja ( opzettelijk ) Perbuatan merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang harus dilakukan dengan sengaja. Pelaku harus mengetahui bahwa yang dirusakkan, dibikin tak dapat dipakai atau dihilangkan adalah suatu barang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain Pelaku harus mengetahui perbuatan merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang itu bersifat melawan hukum. (kajen)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru