oleh

Warga Geruduk Kantor Desa Jambe Kertasemaya Indramayu Terkait Pembagian BLT COVID-19

Indramayu, Kicaunews.com – Ratusan warga geruduk kantor Desa Jambe Kecamatan Kertasemaya, mereka merasa tidak puas atas kebijakan pemerintahan desa terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) COVID-19 yang bersumber dari anggaran dana desa. Kamis (11/06/2020)

Warga menilai, pemerintah Desa Jambe tidak transparan terkait bantuan, merealisasikan anggaran dana desa dengan nominal Rp 600.000,- untuk warga yang terdampak COVID-19 sesuai kriteria pusat maupun daerah, karena penerimaan bantuan hanya tercatat 22 orang warga saja dan sisa anggaran belum ada penjelasan.

Protes warga di kantor Jambe di tanggapi muspika Kertasemaya hadir camat Ade Sukma Wibowo, Kapolsek Sukagumiwang Kompol Lindon Afandi Siregar, Danramil Kertasemaya Kapten Arh. Muhamad Mukti.

Camat menyampaikan persoalan ini awalnya sudah di sepakati pada saat musdes yang menghasilkan penerima BLT hanya 22 orang, kalau pada akhirnya ada penambahan kuota, kenapa BPD tidak menyampaikan sebelumnya dan musdes bisa ditunda.

“Ia nantinya akan di adakan rapat musdes luar biasa dan akan mengawalnya sampai selesai, karena masyarakat mengharapkan adanya penambahan kuota, sebenarnya anggaran dana desa 30% itu kan bertahap pencairannya satu dua tiga, tahap pertama 15% dari pendapatan dana desa,”Terangnya

Ditempat yang sama ketua BPD Sukemi juga mengatakan, dari seluruh warganya yang datang ke kantor desa di antaranya yang tidak tersentuh bantuan terdampak COVID-19. Baik dari Bansos Pusat, Provinsi maupun kabupaten.

“Hanya 22 yang menerima bantuan BLT dana desa dari hasil musdes pada hari minggu kemarin, dan sebagian warga yang tidak tersentu bantuan merasa tidak puas sehinga menggadu protes ke BPD agar musdes dibatalkan, ucapnya
Protes warga, juga di sampaikan ibu Dunia bersama puluhan tengganya di Blok Talok Rt 02 Rw 01, menyampaikan unek-uneknya kemedia saat di konfirmasi, Karena dirinya sampai saat ini belum pernah tersentuh bantuan dari apapun baik Pusat Provinsi bahkan Daerah,”Kata dia

Baca juga :  Patroli Brimob Polda Jabar Sampaikan Himbauan Pentingnya Jaga Jarak Aman untuk Para Warga.

Dia juga memaparkan kalau di Blok Talok banyak warga yang sama sekali belum merasakan adanya bantuan terdampak Covid-19, sehingga warga merasa kecewa karena menurutnya yang dapat tetapi tidak pantas mendapatkanya atau tidak tepat sasaran. Padahal yang lebih miskin lagi tidak mendapatkan.

“Rumah tidak punya tempat tinggal hanya ngikut sementara di sekolahan SD, pekerjaan buruh tani pendapatan juga tidak menentu,”Ungkapnya (Kyt)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru