oleh

Diduga Kurangnya Pengawasan Dinas Terkait Produksi Gula Jawa Palsu Makin Marak

Banyumas, Kicaunews.com – Masakan sayur yang di konsumsi setiap keluarga di Indonesia terasa kurang lengkap bila bumbu masakan tak di sertai gula merah atau juga di sebut gula jawa. Demikian juga berbagai minuman dan olahan kue menggunakan pemanis dengan gula Jawa.

Namun sungguh memprihatinkan dan menyedihkan tatkala awak media Kicau news menengok ke dapur pembuatan gula merah yang ada di beberapa wilayah di Banyumas, Cilacap dan Purbalingga.

Produksi gula merah yang di hasilkan di beberapa tempat tersebut seperti di area kecamatan Bantarsari dan Gandrung Mangu kabupaten Cilacap, kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas dan Kecamatan Kemangkon kabupaten Purbalingga cara pembikinan gula Jawa di duga menggunakan bahan bahan yang berbahaya.

Bahan bahan yang di pergunakan diantaranya limbah kecap, gula refinasi, dan Glukosa cairan jeli yang berbentuk bening.

Keberadaan produksi pembuatan gula berbahan gula refinasi tersebut seakan tidak takut ketahuan dan terang terangan secara vulgar.

Hal tersebut sangat menjadi pertanyaan awak media kicau news karena gula Jawa yang di konsumsi untuk keluarga yang tercampur dalam makanan atau minuman ternyata dari bahan bahan yang cukup berbahaya.

Produksi mereka cukup besar dalam tiap harinya, satu dapur dalam sehari dapat memproduksi satu sampai lima ton gula Jawa berbahan gula refinasi.

Saat awak media kicau news menanyakan ke salah satu warga yang memproduksi di wilayah kecamatan Cilongok tentang adanya gula refunasi yang menumpuk di rumahnya mengatakan bahwa gula reformasi tersebut untuk mencampur bahan gula Jawa dari gula gemblung/gula Jawa yang tidak mengeras.hasil produksi gula Jawa berbahan gula refinasi di tempat tersebut di plastik setiap plastiknya dengan berat 25 kg tanpa ada tulisan Dinkes dan BP POM nya.

Baca juga :  Bangun Purwono Ketua Rw 08 Tampak Siring Duta Bintaro Menyampaikan Terimakasih Atas Pembagian BLT

Di kecamatan Gandrungmangu kabupaten Cilacap menurut keterangan salah satu ketua paguyuban produksi gula yang menggunakan bahan gula refinasi MRT menjelaskan bahwa hasil produksinya di kirim hingga ke Jakarta dan Sumatra.

Andi warga desa Bantarsari kecamatan Bantar sari yang memproduksi gula Jawa berbahan gula refinasi dengan hasil produksi bermerk Manggar manis juga tanpa tertulis ijin Dinkes maupun BP POM.

Salah satu warga Bantar sari MJK mengatakan pada awak media kicau news Kamis (28/5/2020) bahwa mayoritas produksi gula merah di wilayah Bantarsari menggunakan bahan gula refinasi dan glukosa.

Dengan adanya hasil produksi gula Jawa berbahan refinasi dan glukosa yang jumlahnya ratusan tempat dengan hasil produksi ratusan ton tanpa ijin Dinkes dan BP POM maka di duga pengawasan obat dan makanan di wilayah Banyumas, Cilacap dan Purbalingga sangat lemah.

Demi terjaminnya kesehatan masyarakat di harapkan dari pihak pihak terkait seperti dari dinas kesehatan , BPPOM dan aparat Kepolisian segera mengadakan penertiban terhadap produksi gula Jawa yang terbuat dari campuran bahan bahan yang berbahaya seperti gula reformasi dan glukosa cair berbentuk jely.

Karena produksi gula berbahan gula refinasi dan glukosa sangat merugikan para penderes produksi gula Jawa yang asli karena tentunya kalah bersaing harga.sehingga imbasnya tentunya semakin berkurangnya minat para Penderes dalam memproduksi gula Jawa dari sadapan pohon kelapa. (Mugiono)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru