oleh

Rapid Test Pedagang Pasar Pagi Salatiga Reaktif 9 Orang

Salatiga, Kicaunews.com – Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Jawa Tengah menutup Pasar Pagi selama lima hari terhitung mulai hari pertama Lebaran untuk memutus penyeberan COVID-19.

Seperti diketahui satu pedagang Pasar Pagi Salatiga positif terpapar COVID-19,Penutupan pasar pagi di jalan jendral sudirman setelah positif covid 19 harus mengalami libur selama 5 hari dalam masa lebaran.

Penutupan 5 hari pasar pagi tidak bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus covid 19,hal terbukti dari hasil rapid test dilaksakan dinas kesehatan pada saat pasar pagi kembali normal berjualan, hal ini pernah menjadi penolakan anggota dewan karena tidak efisien bila harus libur selama lima hari karena kondisi pasar pagi menutup ruas jalan protokol jalan jendral sudirman mulai jam 01.00 – 06.30 wib, terbukti jam 07.00wib.

Masih banyak pedagang dan area parkir di bahu jalan menggangu kelancaran lalu lintas,RAPID TEST yang di laksanakan bersama Dinas Perdagangan kota Salatiga, 7 orang pasar pagi harus di jemput tim media untuk menjalani isolasi karena ada reaksi dampak covid 19 dan 2 orang dari staff dinas perdagangan Salatiga.

Dinas Perdagangan kota Salatiga harus mengambil langkah tegas untuk menutup pasar pagi sampai batas waktu yang tidak di tentukan, sidak awak media ke lokasi pasar pagi masih banyak di temukan pembeli yang berkeruman dan masih banyak yang tidak mengunakan masker atau alat pelindung diri.

Dinas perhubungan salatiga harus bertanggung jawab selama penutupan jalan dan mengatur lalu lintas pembeli bersama dinas kesehatan serta satgas covid 19 Salatiga, kalau ini pembiaraan terus menerus memutus mata rantai virus corona akan gagal,kalau mau dibuka pasar pagi khan bisa di tempat lkan di pasar tradisonal Salatiga, seperti pasar Rejosari, pasar andong, pasar sayangan,pasar krenceng, Walikota dan Dinas Perdagangan Salatiga harus bisa mengambil langkah tegas atas 7 pedagang pagi dan 2 staff dinas perdagangan terkena isolasi dari satgas covid, setelah rapid test, Sabtu (29/05/2020).

Baca juga :  Minimalisir Pendemik Covid-19, KTS, Poros Pasundan, Santri Pasundan Desak Gubernur Jabar Lakukan Lokal Lock Down

Anggota dewan dari Fraksi Partai PDI Perjuangan,M.Teddy Sulistyo,menginginkan agar pasar pagi salatiga di tutup,untuk memutus mata rantai virus corona,kalau dampak pendemi ini tidak mendapatkan perhatian khusus Eksekutif maka masyarakat lagi yang jadi korbanya,Dinas Kesehatan harus membuat posko satgas covid di area pasar supaya monitoring antara pedagang dan pembeli bisa terpantau.

Jurnalis : EDWIN DEi / Vio Sari.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru