oleh

Base Transceiver Station Tower Didesa Jatisawit Lor Didemo Warga

Indramayu, Kicaunews.com – Tower telekomunikasi milik provider PT XL axiata Dan jaringan telekomunikasi tri (3) di desa jatisawit lor RT 06 RW 02 Kecamatan jatibarang kabupaten indramayu Masyarakat sekitar terdampak radius dari tower, Mereka menentang dan demo dikantor desa, rencana perpanjangan kontrak menara Base Transceiver Station (BTS) oleh pengelola karena beberapa faktor.

Menurut keterangan warga “Faktor pertama kami merasa dibohongi, di mana pembangunan tower ini awalnya pihak yang punya tanah respon sosialisasinya baik warga yang terkena radius di rata Rp 1.000.000:_ tanpa radius, tapi setelah berjalannya waktu hingga dipenghujung habis masa kontrak 5 tahun bahkan lebih 2 tahun, masyarakat tidak diberi tahu tidak ada sosialisasi, waktu perpanjangan kontrak tidak ada solusi baik bagi warga yang terdampak sekitar tower tersebut bahkan proposal pengadaannya pun kami tak diberitahu,” bahkan sampai sekarang tidak ada komunikasi dan kompensasi. Ujarnya

Ibu berinisial (T ) (42) tahun salah seorang warga yang rumahnya di sekitar lokasi tower, Minggu (31/05/2020). Mengatakan “Menara tower BTS setinggi 42 meter itu diketahui berdiri di lahan atau tanah milik bapak badari mantan Kuwu jatisawit, sejak tahun 2013 lalu Dengan masa waktu izin operasi selama 5 tahun, izin tersebut sebetulnya telah habis pada tahun 2018. Saya dan masyarakat terdampak radius sangat khawatir karena tower tersebut menimbulkan beberapa masalah.

Di antaranya, menara itu terkadang goyang ketika terkena hembusan angin. Bahkan menara itu bisa mengeluarkan suara besar bising disaat tengah malam, juga diwaktu hujan deras disertai petir takutnya roboh, keluhnya

Mantan Kuwu jatisawit lor Badari, sa’at ditemui dirumahnya ia menjelaskan ” Saya tidak habis pikir kepada warga yang rumahnya terkena radius tower, Saya mengerti dan tahu bahwa kompensasi buat masyarakat terdampak emang ada tapi… Harus bikin proposal dulu kalau pengen dapat kompensasi tidak harus saya bagi-bagi. Dan yang kita tanyakan ini kan tanah kita kalau masyarakat pengen dapat kompensasi ikuti aturan, coba lihat tower-tower tower didesa lain apa ada warga menuntut selama perpanjangan kontrak. Tegasnya ( MT jahol )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru