oleh

Tragis! Relawan Gugus Tugas Covid-19 Berujung di Jeruji Besi, Karena Pembagian Sembako di Rusun Lokbin Cengkareng Jakarta Barat

Jakarta, Kicaunews.com – Pembagian sembako di Rusun Lokbin Tower A dan Tower B ini berawal dari Koordinasi antara warga penghuni Rusun (Paguyuban Rusun Lokbin), Pengelola dan pemerintah setempat yang dimulai dari Ketua RW 01 hingga Lurah yang memantau langsung kelapangan.

“Sehingga pendistribusian dilaksanakan pada tanggal, 22 Mei 2020 oleh para Relawan Gugus Tugas Covid-19 dari Paguyuban Rusun dan semua penghuni rusun kebagian, adapun sembako yang di distribusikan oleh para relawan sebanyak 358 Paket (Kardus),” ungkap Ketua Paguyuban Donny kepada awak media.

Noval salah satu relawan yang naik turun lift tanpa pamrih mengangkut sembako dan selanjutnya mengantarkan kepada para tetangga, seusai selesai pembagian di tower B Noval dan para relawan lain melanjutkan ke tower A, karena waktunya sudah mau buka puasa Novalpun berniat buka puasa dan bergegas dari Lt.9 ke lantai 1 tower A ke tempat dia berjualan dan hendak meminta makan kepada istrinya. Sesampainya di Lobby tower B bertemu dengan para penghuni rusun lain berinisial (DL) dan kawan-kawan. Ungkap Noval dibalik Jeruji besi

Lanjut Noval kepada awak media, kemudian (DL) memanggil saya bang dan menanyakan kesaya “Siapa suruh kau bagi-bagi sembako itu!, nanti kalau sembako itu untuk data penghuni yang ku kumpulkan dan ada apa-apa bertanggungjawab kau!” Tiru Noval suara sangar (DL) sehingga terjadilah adu mulut antara (DL) dan kawan-kawan dengan Noval. Merasa di intimidasi Noval yang sudah laper dan capek akhirnya emosi dan banting kursi kemeja hingga terjadilah perkelahian satu lawan satu antara Relawan Gugus Tugas Covid-19 yang membagikan sembako dengan Warga penerima sembako.

Tidak terima dengan perkelahian tersebut akhirnya (DL) melaporkan Noval ke Polsek Cengkareng dengan pada tanggal 23 Mei 2020 dengan Nomor : LP/07/K/V/2020/Sek.Cengkareng, Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP, Tidak butuh waktu lama Penyidik langsung menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor, SP.DIK/83/V/2020/Sektor Kareng pada tanggal 23 Mei 2020. Keesokan harinya pada tanggal 24 Mei 2020 Penyidik dari Polsek Cengkareng langsung Menjemput Noval Relawan Gugus Tugas Covid-19 di ke diamannya di Rusun Lokbin, Rawa buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Pada tanggal 24 Mei 2020 Penyidik Polsek Cengkareng kemudian menerbitkan Surat Pemberitahuan Penahanan an. Noval Maulana Bin Nawawi dengan Nomor : B/89/V/2020/Sek.Cengkareng dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan dengan Nomor : B/71/V/2020/Sektor Kareng, dan baru diterima keluarga Noval pada hari Senin tanggal, 25 Mei 2020.

Baca juga :  Tingkatkan Fasilitas, SMPN 1 Karang Kancana Tuntaskan Pembangunan Sekolah

LBH GEMPITA melakukan pendampingan kepada NOVAL yang didampingi oleh Nuradim, S.H., dan Risman Harefa., melaporkan balik (LP) karena diduga melakukan intimidasi, menghalang-halangi pembagian bansos untuk warga Rusun, melakukan pemukulan terhadap Noval, Laporan Polisi pada Polsek Cengkareng pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2020 dengan Nomor: LP/79 K/V/PMJ/RESTRO JAKBAR/SEK.CENGKARANG atas dugaan tindak pidana “PENGANIAYAAN” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP, yang diterima Langsung oleh KA. SPKT II Bapak IPTU. H.Parapat, SH.

Direktur LBH GEMPITA, Advokat Firman Harefa, SH menyatakan penahanan terhadap kliennya adalah terlampau dipaksakan oleh pihak kepolisian, karena klien kami dua hari lagi merayakan Idul Fitri, dan dengan penahanan tersebut, klien kami tidak dapat merayakan idul fitri bersama keluarganya, dan klien kami melakukan perkelahian bukan tanpa sebab, klien kami sebelunya diintimidasi, diancam, didorong ditendang baru kemudian melakukan pembelaan, hanya karena (LP) mengeluarkan darah maka klien kami ditahan oleh pihak Kepolisian Polsek Cengkareng.

Penahanan klien kami terlampau buru-buru dilakukan, seyogianya harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu dan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pembagian bansos tersebut, umpamanya meminta keterangan dari Lurah Cengkareng, Ketua RW.01 Rawa Buaya, ketua Paguyuban Rusun, pengelola dan Sekuriti Rusun. Hal ini tidak dilakukan oleh pihak Penyidik, dengan dasar pertimbangan tersebut, kami dari kuasa hukum mengajukan Permohonan Penangguhan Penahanan pada KAPOLRES METRO JAKARTA BARAT c.q. KAPOLSEK CENGKARENG, kiranya klien kami ditangguhkan penahanannya dengan pertimbangan bahwa klien kami pekerja sosial yang mendapat intimidasi dan penganiayaan dari saudara (LP). Permohonan Penangguhan Penahanan dilayangkan pada hari Kamis, tanggal 28 Mei 2020.

Ditempat terpisah Aryani selaku istri Noval berharap suaminya dikeluarkan dari tahanan Polsek Cengkareng, karena suaminya bukan pelaku criminal tetapi suaminya pada saat itu membantu pemerintah untuk mendistribusikan bansos serta membantu masyarakat untuk memperoleh bansos, ironinnya orang yang membantu pemerintah dan membantu masyarakat di jebloskan kedalam penjara.

Baca juga :  Danrem 052/Wkr Silahturahmi Dengan Mitra Jaya 

Penulis : Toro Nias

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru