oleh

Memaknai Idhul Fitri di Masa Pandemik

JAKARTA, KICAUNEWS.COM –

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan (QS. Al Zukhruf; 32).

Salah satu tradisi menarik di belahan nuasantara di saat 1-7 Sawal adalah kegiatan silaturrahmi dan saling maaf memaafkan. Dan kondisi inipun tidak berbeda dengan lebaran di Syawal tahun 1441 H (2020) ini, dimana Idhul fitri dipenuhi dengan ucapan saling maaf memaafkan

Hanya sedikit bedanya penggunaan media sosial untuk mengungkapkan saling memaafkan jauh lebih terasa karena di lebaran tahun ini kita berada di masa pandemik Covid 19, bahkan rasa permintaan maafpun lebih mendalam lagi karena tidak bisa silaturrahmi secara langsung

Jika kita meresapi ayat dalam surat Al Quran al Zukhruf ayat 32 diatas, baiknya dimasa pandemik ini tidak hanya sekedar permintaan maaf lahir dan batin, namun juga ditambalah (plus) saling berbagi, karena di pandemik covid 19 berapa banyak orang yang terimbas ekonominya, baik itu karyawan yang berkurang tunjangan transportnya hingga di PHK, dan juga para pedagang yang berkurang pembelinya hingga usahanya harus tutup

Dalam surat al Zukhruf tersebut, Allah memang sengaja membedakan ekonomi setiap orang, ada yang dimudahkan dalam mendapatkan rezeki, dan ada yang lebih banyak lagi merasa berat rezekinya. Kondisi ini memang sunatullah terjadi agar satu dengan lainnya saling berbagi

Baca juga :  Ranting NU Cipinang Besar Selatan Bersama Pengurus Cabang NU Jakarta Timur Gelar Halal Bi Halal 1441 H

Jadi memaafkan dan berbagi harusnya menjadi tradisi baru di lebaran tahun ini. Pertama Memaafkan, yang bisa di rumah saja harus rela memaafkan untuk yang harus kerja untuk sekedar bisa makan (memenuhi kebutuhan standarnya) dan bagi yang masih kerja harus lebih hati-hati minimal memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan dengan sabun untuk menghidari covid19. Kedua Berbagi, bagi yang Allah SWT berikan kemudahan rezeki sehingga memiliki banyak tabungan maka sekarang inilah moment untuk berbagi agar saudara kita tidak harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Saling memaafkan dan berbagi yang kaya ke yang membutuhkan agar semuanya bisa tinggal di rumah itulah Idul fitri (berlebaran) di masa pandemic covid 19, dan sekaligus makna dari ayat ke 32 Al Quran surat al Zukhruf, namun tentu yang penting adalah mari kita semua berdoa agar pandemik ini segera berakhir.

Penulis :
Dr. Supangat MA
Dosen Pascasarjana UIN Jakarta

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru