oleh

Forum Pangandaran Sehat Minta Kepada Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Tindak Tegas Anggota DPRD Yang Bubarkan Isolasi Khusus Covid-19

Pangandaran-kicaunews.com, Masyarakat yang mengatasnamakan Forum Pangandaran Sehat (FPS) Kabupaten Pangandaran yang di ketuai oleh Dede Supratman. S. IP yang beralamatkan di Jln Pamugaran Pantai Barat Rabu, 27/05/2020 sekitar pukul 13.00 Wib lakukan Audiensi ke Gedung DPRD terkait adanya tindakan salah satu Anggota DPRD yang telah melakukan pembubaran isolasi khusus Covid -19 di wilayah Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran pada tanggal 23 Mei 2020 saat malam idul fitri.

Dalam Audiensi tersebut pihak FPS mengajukan 3 tuntutan yang di sampaikan di antaranya,
1. Meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran untuk segera mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi seberat-beratnya sesuai hukum kepada oknum Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, yang telah melakukan perbuatan sewenang-wenang, memaksakan kehendak dan mencederai rasa keadilan di mata madyarakat serta melawan hukum, demi terwujudnya kewibawaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Institusi DPRD Kabupaten Pangandaran.
2. Kepada Aparatur Penegak Hukum untuk segera menegakan hukum dengan melakukan proses hukum memanggil dan memeriksa oknum Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran tersebut menurut hukum.
3. Meminta kepada oknum Anggota DPRD tersebut untuk segera meminta maaf kepada masyarakat Pangandaran pada umumnya dan khususnya kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Desa Kertaharja Kecamatan  Cimerak Kabupaten Pangandaran secara terbuka baik melalui Media cetak maupun elektronik yang berskala Nasional.

Tuntutan tersebut dikemukakan oleh Sakio Andrianto selaku Sekretaris FPS, karena berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 212 yang berbunyi, “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan
Melawan Seorang Pejabat yang sedang menjalankan ugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban Undang-Undang atau atas permintaan Pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan Pejabat dengan Pidana Penjara paling lama 1 Tahun 4 Bulan.”

Baca juga :  Menag: Penguatan SDM dari Aspek Keagamaan

Pasal 216 ayat 1  yang berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti Perintah atau permintaan yang di lakukan menurut Undang-Undang oleh Pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak Pidana demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalangi atau menggagalkan yang dilakukan oleh salah seorang Pejabat tersebut, diancam dengan Pidan Penjara Paling Lama 4 Bulan 2 Minggu.”

Bahwa berdasarkan Pasal 93 Undang-Undang No. 06 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan : Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantina kesehatan sebagai dimaksud dalam pasal 9 ayat 1 dan atau mengahalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat di pidana dengan Pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau Pidana denda paling banyak Rp 100.000.000.

Bahwa Berdasarkan Peraturan Republik Indonesia No.11 Tahun 2020 Tentang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2020 (Covid 19), Bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), Bahwa berdasarkan Surat Edaran Bupati kabupaten Pangandaran Nomor 060 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Bahwa berdasarkan Surat Sekertariat Daerah Kabupaten Pangandaran, tertanggal 29 april 2020, Perihal Protokol Isolasi Mandiri Di tempat Khusus Dalam Penanganan Corona Virus (Covid-19).

Menurut Sakio, Mengingat berdasarkan hal-hal tersebut di atas itulah pihak FPS menuntut, Untuk Atas Nama Keadilan Dan Demi Tegaknya Hukum Serta Terpenuhinya Rasa Keadilan dalam Nilai Sosial (kebutuhan), Nilai Yuridis (Kepastian Hukum) Di Masyarakat.

Acara Audiensi tersebut di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noerdin dengan dihadiri oleh, Sekda Kabupaten Pangandaran  Drs. H. Kusdiana MM , Asda I Drs. Rida Nirwana, Asda II Drs. Tantan Roesnandar, Asda III Drs. H. Suheryana, Wakil Ketua I DPRD dari Fraksi P Golkar M. Taufiq Martin, Wakil Ketua II dari Fraksi PKB Jalaludin, S.Ag, dan Anggota DPRD dari Fraksi Golkar H. Oman Rohman.

Baca juga :  Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Sesalkan Mangkraknya SD N Margahayu 13

Asep Noordin Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran menyampaikan, bahwa dirinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran mengucapkan terimakasih kasih kepada forum Pangandaran Sehat yang sudah peduli terhadap Kesehatan masyarakat Pangandaran.

“Dengan adanya kejadian pembubaran karantina di Desa Kertaharja yang dilakukan oleh salah satu Anggota DPRD Pangandaran dari fraksi Golkar (H. Oman Rohman) itu merupakan perbuatan yang salah dan kami semua merasa kecewa, sungguh sangat disayangkan kenapa hal tersebut bisa terjadi, kami atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran memohon maaf, tindakan tersebut bukan atas dasar perintah dari kami, tapi itu merupakan atas dasar inisiatif sendiri, yang menurut kami sangat bertentangan dengan kebijakan yang ada.” papar Asep Noerdin.

Hadir pula dalam Audiensi tersebut Para Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Kepala Sekertariat DPRD Kabupaten Pangandaran Drs. H. Yayat Kiswayat, Kadis BPKAD Kabupaten Pangandaran Drs. Suhendrar, Kadis Kesehatan/Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran dr Yani Ahmad Marzuki, Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran Drs. H. Nana Rohena, Camat Cimerak  Drs. Atang kuswara, Sekdis Pol PP Kabupaten Pangandaran Drs. H. Bangi, Kepala Desa Kertaharja Masluh, dan beberapa anggota FPS

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Kertaharja Masluh mengatakan, dirinya selaku Gugus tugas Desa Kertaharja yang sudah berjuang melawan penyebaran Virus Corona ( Covid-19) semua pemudik yang datang sudah di karantinakan, namun sangat di sayangkan  adanya kejadian salah satu anggota DPRD Kabupaten Pangandaran yang melakukan pembubaran karantina tanpa ada koordinasi sama sekali, sehingga semua Tim Gugus tugas Desa Kertaharja sangat kecewa dengan kejadian tersebut.
***Nurzaman***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru