oleh

Penyayang Dhuafa Selalu Berprinsip Bersedekah Tak Harus Kaya dan Tak Harus Mewah

Kab. Bekasi, Kicaunews.com – Hari pertama puasa 1441 H/2020 di masa pandemi virus corona bukan menjadi penghalang bagi para dermawan menyalurkan donasinya bagi kaum dhuafa.

Dalam situasi lesunya perekonomian efek dari wabah covid 19 sangat dirasakan sekali bagi masyarakat ekonomi lemah. Bulan Ramadhan menjadi momen yang tidak dilupakan juga oleh Mak Irma untuk tetap berbagi dengan kaum dhuafa.

Sebanyak 185 kotak bubur kampiun dan puluhan masker dibagikan Mak Irma (42) kepada warga sekitar Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dengan menyusuri jalanan di Desa Sumberjaya dan Mangunjaya dengan motor tuanya yang setia menemani menemui para kaum dhuafa.

“Aneka bubur ini namanya bubur kampiun, saya buat khusus bagi para tukang ojeg pengkolan atau ojeg online, tukang parkir, office boy rumah sakit dan beberapa musholla untuk berbuka puasa, alhamdulillah mereka senang meski cuma bubur,” ucap Mak Irma tersenyum usai berkeliling, Jumat (24/4/2020).

Sosok Mak Irma sudah akrab dikenal oleh para kaum dhuafa terutama para tukang ojeg dan pemulung yang di jalanan sekitar Tambun Selatan.Tak heran kalau Mak Irma datang selalu dikerubutin oleh mereka yang menginginkan sembako atau nasi bungkus.

Mak Irma yang merupakan penyayang dhuafa yang saat ini tinggal di Perumahan Graha Melasti, Desa Sumberjaya, diakuinya memiliki prinsip yang sudah mendarah daging sejak dirinya masih lajang sampai sekarang sudah berputra lima tetap diterapkan.

“Prinsip pribadi saya sangat sederhana, berbagi sesama tak harus tunggu kita kaya dulu, engga harus mewah atau jumlahnya banyak. Intinya bagi saya berbagi semampu dan seikhlas kita aja,” tutur Mak Irma.

Ia pun berharap dan mengajak emak – emak yang ingin bersedekah, sekiranya memiliki tabungan lebih dan menyisihkan tabungannya untuk mendermakan kepada mereka yang tidak mampu minimal di lingkungan tetangganya. Apalagi kata Irma dirinya miris mendengar berita kalau di lingkungan warga sendiri ada yang kelaparan tapi tak dibantu.

Baca juga :  Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Jajaran Polsek Cimahi

“Empati dan jiwa sosial kita saat wabah covid 19 sangat diharapkan untuk warga tak mampu. Es ketimun atau kolak yang kita buat bisa dibagikan kepada mereka yang kesulitan ekonomi,” ucapnya prihatin.

Dampak covid 19 benar – benar dirasakan oleh mereka yang lemah dan saatnya di bulan yang baik ini menjadi berkah jika kita mau bersedekah, lanjut Mak Irma.

Harapannya wabah covid ini cepat berlalu dan berdoa kepada yang Maha Kuasa untuk melindungi bangsa ini dari musibah. ” Pemerintah dan masyarakat kalangan menegah ke atas untuk bersinergi membantu warga miskin. Minimal buat pribadi, kita berbagi dengan orang terdekat kita yang kesulitan,” tutup Mak Irma. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru