oleh

Warga Bungur Kompak Tolak SD 01/02 Bungur, Khawatir Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid 19

Jakarta, Kicaunews.com – Munculnya surat edaran dari Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta nomor 4433/-1.772.1 sebagai tindak lanjut dari Instruksi Sekretaris Daerah Propinsi DKI Jakarta tentang penyediaan Pasien Covid 19 serta surat susulan dari Camat dan Kelurahan setempat tentang daftar sekolah yang akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid 19.

Warga RW 08 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen Jakarta Pusat kompak menolak Sekolah Dasar (SD) 01/02 yang beralamat Jalan Angsana  dijadikan tempat isolasi pasien Covid 19. Selain tidak layak sebagai shelter pasien Covid 19, warga pun tidak pernah mendapat sosialisasi rencana SD Bungur 01/02 tersebut ke warga RW 08.

Sebanyak 12 RT yang tergabung di RW 08 menggelar aksi demo di depan SD Bungur 01/02 menolak keras dijadikannya tampat isolasi/shelter bagi pasien Covid 19 karena mengancam keselamatan warga apalagi lokasi SD berada ditengah pemukiman padat dan banyak warga lansia.

Demikian tuntutan warga RW 08 yang diwakili Ketuanya Ny. Nurhamidah yang merasa warganya resah dan terancam keselamatan warga jika gedung SD  Bungur 01/02 dijadikan shelter pasien Covid 19.
” Jelas kami tolak karena rencana sekolah ditempat kami dijadikan shelter menjadi kecemasan kami bagaimanapun alasannya warga menolak keras,” tegas Nurhamidah.

Begitu juga dikatakan Heppy Shopia selaku Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) ketidaksetujuan warga atas rencana SD Bungur 01/02 sebagai tempat isolasi pasien Covid 19 menjadi hal yang wajar karena di RW 08 merupakan wilayah padat penduduk dan terdapat Yayasan Pusaka Lansia yang anggotanya 110 jiwa sekelurahan Bungur.

“Mereka ini rentan terhadap penyakit Covid ini, apa ini bukan malah bisa mengancam keselamatan warga kami,” ucap Heppy prihatin.

Baca juga :  Hallo Covid -19, Kuwu Sekecamatan Tukdana Minta Direvisi Aturan Zona Merah Kecamatan

Bagaimanapun warga tetap menolak apapun alasan dari Pemprov.DKI Jakarta meskipun hanya sebatas wacana kata Ketua RW 08. ” Pihak sekolah saja sudah ditelepon Plt Lurah untuk berbenah dan mengemasi barang – barangnya,” ucap Nurhamidah.

Hal senada pun dikatakan Doni selaku perwakilan RW 10 yang mengaku heran kenapa sekolah dijadikan tempat isolasi pasien Covid 19 padahal masih banyak aset Pemprov.DKI Jakarta yang layak dijadikan shalter pasien Covid 19. ” Kenapa bukan GOR atau Stadion yang dijadikan shelter pasien atau PRJ kan bisa itu dijadikan tempat isolasi,” tegasnya.

Salah satu warga Chatelin yang lokasi rumahnya persis di depan SD Bungur 01/02 menolaknya karena diantara ratusan sekolah SD sampai SMK se Kecamatan Senen yang terdaftar di Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta tersebut SD Bungur 01/02 jauh dari kata layak sebagai tempat isolasi Covid 19.

“Ibu saya usianya 94 tahun tinggal bersama saya, jelas kami takut, kalau rencana ini benar – benar terjadi. Lalu bagaimana dengan anak – anak sekolah nanti kalau gedung itu dipakai lagi buat belajar,” ucapnya kesal.

Sementara Ronny Jarpiko, Camat Senen Jakarta Pusat mengaku jika surat edaran yang beredar di masyarakat belum tentu akan dilaksanakan karena itu baru sekedar wacana.
” Kebijakan inikan belum tentu dilaksanakan karena masih banyak proses tahapan yang harus dijalani jika sebuah lokasi dijadikan tempat isolasi pasien Covid 19″, ucap Ronny.

Camat yang didampingi oleh Plt Lurah Bungur Zuhri Wildan memberikan penjelasan kepada warga RW 08 agar warga tidak panik karena surat yang beredar belum tentu dilaksanakan agar SD Bungur 01/02 dijadikan shelter pasien Covid 19.” Jangan sampai kepanikan dan ketakutan itu membuat daya imun kita turun yang bisa berakibat kita menjadi sakit,” pungkasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru