oleh

Polemik Bantuan Sembako Ramai di Masyarakat, Ini Penjelasan Walikota Bekasi

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Bantuan sembako yang dibagikan dalam sepekan ini oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memunculkan polemik ditengah masyarakat paska pembagian oleh RT di masing – masing wilayah.

Masyarakat banyak yang mengeluhkan tidak mendapatkan sembako padahal sudah didaftarkan namanya di RT masing – masing dan mempertanyakan bantuan tersebut berasal dari anggaran Pemerintah Daerah, Propinsi atau Pusat.

Lalu masyarakat yang belum mendapatkan juga apakah masih punya kesempatan mendapatkan bantuan sosial tersebut akibat terdampak covid 19.

Menanggapi keluhan warganya yang ramai di medsos akhir – akhir ini, akhirnya Walikota Bekasi, Rahmat Effendi pun menjelaskan polemik yang beredar terkait Bantuan sosial Covid 19.

Dalam pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp dirinya menerangkan bahwa Bantuan Sosial (Bansos) itu bersumber dari beberapa lembaga/instansi.

Pertama, mulai dari Pemerintah Pusat (Bapak Presiden RI ) saat ini belum datang dan belum diterima oleh Warga Kota Bekasi, dimana datanya diambil dari Data terpadu Kesehjateraan Sosial (DTKS) Kementrian Sosial RI , berupa Uang sebesar 600 ribu rupiah pengirimannya melalui jasa kantor POS Indonesia diberikan lamgsung kepada warga.

Kedua, Bantuan dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai total 500 ribu rupiah dalam bentuk Sembako seharga 350 ribu rupiah dan Uang tunai sebesar 150 ribu rupiah. Dengan penerima bantuan sebanyak kurang lebih 27.827 KK (Kepala Keluarga) se Kota Bekasi. Bantuan dari provinsi jawabarat ini sudah mulai dilakukan sejak tanggal 17/4/2020,yang secara simbolis dilaunching oleh Gubernur jawa barat, Ridwan Kamil bertempat di Kantor Pos-Kota Bekasi.

Ketiga , Bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi dalam bentuk sembako Berupa 5 Kg beras, 7 bungkus mie instan,1 Kaleng Sarden, 1 Botol kecil Kecap dan Saos, dan ada beberapa produk UMKM.

Baca juga :  Pengaturan Pagi Polsek Cikampek Cegah Kemacetan Jalur

Terkait pemberitaan negatif yang beredar tentang Bansos ini, bahwa Pemerintah Kota Bekasi tidak merubah dan atau mengurangi bantuan baik bantuan dari pemerintah pusat maupun dari Pemerintah Jawa Barat.

Kedua bansos tersebut disalurkan melalui Jasa Kantor POS Indonesia . Sedangkan untuk bantuan sosial yang diberikan dari Pemkot Bekasi penyalurannya dilakukan melalui aparat di kecamatan, kelurahan dibantu oleh RT/RW setempat dimana data penerimanya sudah berdasarkan pendataan sebelumnya oleh Ketua RT/RW yang diserahkan ke kelurahan hingga ke Dinas Sosial Kota Bekasi.

Ditegaskan oleh Walikota Bekasi bahwa bansos – bansos tersebut tidak boleh overlap/ double penerimaan. Warga hanya dapat menerima bansos dari salah satunya saja. “Jika sudah menerima bansos dari pemerintah pusat tidak boleh menerima bansos dari pemprov ataupun dari pemkot begitupun sebaliknya”, tegas Rahmat.

Demikian penjelasan yang disampaikan oleh Wali Kota Bekasi memalui pesan singkat whatsApp dan disampaikan Humas Pemkot Bekasi melalui Rilis Persnya yang diterima awak media.

Rahmat Effendi berharap agar warga Kota Bekasi dapat memahami terkait bansos – bansos tersebut, dan jika ada warga yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut dapat ditanyakan ke Humas Pemkot Bekasi ataupun ke Ketua Tim Bansos Kota Bekasi dan juga dapat menghubungi call center kota bekasi 1500444. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru