oleh

Seorang Kakek Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur dan Mengancam Saksi Korban Akan di Bunuh

Indramayu, Kicaunews.com – Pengakuan korban Mawar bahwa saya telah di cabuli oleh kakek tono 2 (dua) kali dan ketiga kalinya tidak jadi karena adik saya keburu mendobrak pintu kamar saya dan pertama kali di cabuli di pekarangan di belakang rumah yang kedua di dalam rumah saya dan yang terakhir dirumah saya lagi, saat saya tidur di dalam kamar kakek tono masuk dan menyered kaki saya ketepi ranjang dan kakek tono buka celana dan langsung adik saya mendobrak pintu kamar dan kakek tono lari dan sebelum lari saya dan adik saya di kasih uang 5000 (lima ribu) dan sambil ngancam adik saya kalau ngasih tau orang -orang kamu saya bunuh dan saya gorok leher kamu sambil lari kelur rumah lewat belakang rumah tuturnya pada hari juma’at (10/04/2020).

Dan kami langsung minta konfirmasi dengan saksi korban adik dari korban yang berumur 9 tahun anak laki -laki dengan LL pada hari juma’at tanggal 10/04/2020.

Menurut LL adik korban saat kejadian itu hari pertama kalinya di pekarangan di belakang rumah saya dan saat itu saya dan teman saya AK bermain kebelakang rumah saya melihat kakek tono sedang mencabuli kakak saya dan saya langsung ambil kayu untuk memukul kakek tono dan kakek tono keburu lari lewat belakang nyusuri kali kacil dan mengancam saya akan di bunuh kalau ngasih tau orang – orang dan hari kedua di dalam rumah saya sendiri kakak saya menagis di dalam kamar dan saya lihat kakek tono keluar dari rumah saya dan yang terakhir pada hari ketiga saat saya masuk kerumah, saya dengar kakak saya menagis di dalam kamar.

Baca juga :  Semarak Papua Warnai Peringatan HUT Polwan Ke-71 Tingkat Polda Jabar

“Saya intip dari pintu ternyata ada kakek tono yang sedang telanjang di dalam kamar kakak saya dan langsung pintu kamar kakak saya,saya dobrak dan kakek tono kaget dan di pakai lagi celananya dan langsung ngasih uang lima ribu pada saya juga kakak saya dan kakek tono ngancam kesaya jangan kasih tau orang lain kalau ngasih tau saya bunuh kamu,”tuturnya.

Menurut nenek korban menuturkan pada awak media awal mulanya saya tau kejadian ini saat saya pulang kerja dari memetik padi disawah, cucu saya menagis dan ngadu sama saya bahwa saya di cabuli oleh kakek tono nek dan saat itu saya tidak percaya setelah saya melihat kemaluan cucu saya berdarah.

“Saya langsung kaget dan saya saat itu juga saya menghubungi ibu dan bapaknya yang ada di jakarta dan mereka langsung pulang malam itu juga dan mereka tidak terima dengan kejadian ini dan bapak dari cucuku lapor ke RT dan pamong desa dan di tanggapi oleh lurah BUDI dan lurah langsung koordinasih dengan babinmas polsek Anjatan dan langsung untuk di laporkan ke polres ke unit Reskrim PPA polres Indramayu,”ujurnya.

Dan kasus pencabulan ini di perjelas oleh BUDI Lurah desa salam darma blok Pilang payung kecamatan Anjatan kabupaten Indramayu, atas dasar keterangan dari korban dan saksi – saksi di TKP Lurah memberikan keterangan pada awak media di rumahnya.

Saat dikonfirmasih oleh awak media lurah desa salam darma kecamatan Anjatan kabupaten indramayu blok penyingkiran menjelaskan kejadian pencabulan 2 kali dan ketiga kalinya tidak jadi hari pertama hari minggu hari kedua hari senin dan yang terakhir hari rabu tidak terjadi pencabulan keburuh ketahuan adik korban LL. Pungkasnya.

Baca juga :  Adukan Ujaran Kebencian, LBH Ansor Sambangi Polres Indramayu

Dan pada hari senin tanggal (13/04/2020), korban dan keluarganya didampingi oleh LPAC (lembaga perlindungan anak cirebon) dan ORMAS GOPARI (Gerakan rakyat pengawal anti raswa indramayu) melaporkan secara resmi kepolres indramayu di unit Reskrim PPA dan sebelum pelaporan korban di visum di RSUD indramayu dan hasil Visum untuk sementara menurut lembaga LPAC siti Nurhasabah Bahwa korban ini ada luka robek di mulut selaput darah dan tidak infeksi. (Kajen)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru