oleh

Merasa Dirugikan Pegadaian Swasta, Diduga “Penipuan Berkedok Gadai” Warga Tambun Akan Adukan ke YLKI

Kab. Bekasi, Kicaunews.com – Warga Tambun Selatan mengaku dirinya ditipu oleh sebuah pegadaian swasta yang ada di wilayah Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan tempatnya Jalan Raya Sultan Hasanudin.

Warga bernama Abu Fitri yang merupakan konsumen Pusat Gadai berencana akan melaporkan Kepala Kantor Cabang Pusat Gadai Tambun Selatan bernama M.Ervan Fathan keYayasan Lembaga Konsumen (YLKI) atas kerugian yang dideritanya.

Alasan Abu karena Handphone bermerek Samsung miliknya ketika ditebus dan sudah membayar uang pinjaman berikut dendanya, handphonenya tetap saja tidak bisa diambil. Abu pun menduga adanya modus penggelapan oleh Pusat Gadai.

Pihak Pusat Gadai menilai gadaiannya sudah jatuh tempo maka handphonenya sudah ditarik oleh kantor pusatnya yang ada di Surabaya. Kekesalan Abu makin bertambah ketika Kepala Kantor Cabangnya yang bernama M.Ervan Fathan tidak mengubris tuntutannya malah dirinya diminta menebusnya ke kantor pusatnya di Kota Surabaya.

“Saya curiga adanya modus “penipuan berkedok gadai” dan ternyata korbannya bukan saya saja tapi ada juga yang lain mengalami kerugian barangnya tidak bisa kembali,” ucapnya geram, Sabtu (11/4/2020).

Abu juga menilai manajemen Pusat Gadai tidak menjalankan SOP seperti umumnya. Seharusnya kata Abu, pihak Pusat Gadai memberitahukan kepada konsumennya yang akan jatuh tempo melalui SMS atau telephone yang memberitahukan kepada para konsumen jika sebentar lagi masa pinjamannya akan jatuh tempo.

“Saya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan soal masa jatuh tempo gadai. Seharusnya inikan bagian dari kewajiban pihak gadai. Kan konsumen bisa saja karena kesibukannya lupa dan pihak gadai seharusnya memberitahu,” bebernya.

Nilai gadainya sebesar 1 juta dan telah dibayar sebesar Rp.1,5 juta untuk sebuah handphone Samsung yang ditaksir nilainya bisa mencapai Rp.4 juta kata Abu. “Persoalan ini bukan dilihat dari nominalnya tetapi ada nya modus “penipuan” berkedok gadai yang merugikan konsumen dan ini jangan sampai terus membawa banyak korban lainnya,” ungkap Abu prihatin.

Baca juga :  Himbau Tokoh Masyarakat Antisipasi Covid-19

Sementara pihak Pusat Gadai Tambun Selatan saat dikonfirmasi oleh awak media, M.Ervan Fathan mengatakan, permasalahan yang dialami konsumennya bernama Abu Fitri akan diproses dan akan diajukan dulu ke pimpinannya di Kantor Pusatnya.

“Dan kalau mau ditebus datang saja ke kantor pusatnya di Surabaya,” kata Ervan dengan alasan handphone milik Abu Fitri sudah ditarik ke Surabaya.

“Harus menunggu 15 hari kerja dan harus dilaporkan keatasan dulu agar claim dari konsumen yang meminta barang gadaiannya dapat disetujui oleh pihak Pimpinan Pusat sesuai prosedur yang ada,” ujar M.Ervan Fathan. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru