oleh

LKBH ICMI Bekasi Tuding Kebijakan Jam Malam Bagi Pelaku Usaha Sengsarakan Rakyat Kecil

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (LKBH ICMI) Bekasi menuding kebijakan jam malam bagi pelaku usaha diduga bisa mengsengsarakan rakyat kecil terutama para pedagang yang memang berjualan di malam hari.

Ketua LKBH ICMI Bekasi, H.Abdul Chalim, SH sangat menyayangkan kebijakan Walikota Bekasi Rahmat Effendi di tengah kondisi lesunya perekonomian masyarakat.

“Rakyat kecil malah jadi tegang dan bisa kelaparan serta kesusahan mencari penghasilan ekonomi yang kian sulit. Mereka rugi karena konsumen umumnya para pembeli di malam hari,” bebernya.

Chalim pun menilai kebijakan tersebut terkesan dipaksakan bagi masyarakat kecil dengan ekonomi lemah ditambah lagi aparat terkesan mendukung tanpa adanya solusi “real” yang dibutuhkan saat ini.

Musibah wabah corona yang melanda dunia begitu juga di Indonesia khususnya di Bekasi menjadi keprihatinan bersama. Jangankan rakyat kecil yang terkena dampaknya semua kalangan terkena dampaknya.

“VirusCorona ini tak mengenal kasta, orang kaya dan miskin, laki laki, perempuan anak anak pun ikut jadi sasaran dan imbasnya kemana mana,” ujarnya prihatin.

Kalau Pemerintah hanya menerapkan kebijakan tanpa dibarengi solusi untuk rakyat kecil dan pedagang kecil,kata Chalim bisa jadi mereka terpaksa akan mencari solusi masing – masing dengan bergerak mencari nafkah dengan berjualan tanpa mengindahkan kebijakan itu.

“Mau tidak mau rasa lapar lah yang akan membuat mereka tetap bergerak mencari nafkah atau uang baik dengan jualan keliling atapun ojol. Mereka tidak tega mendengar jeritan hati istri dan anaknya minta makan dan kebutuhan lainnya,” terangnya.

Harapannya Pemerintah Daerah tidak hanya melarang saja tapi memberikan solusi jalan keluar dan mengarahkan agar para pedagang malam seperti pedagang kopi, kuliner dan jajanan serta driver ojol tetap bisa melakukan usahanya namun tetap diawasi dan diarahkan agar terhindar dari wabah corona.

Baca juga :  Sei Berombang Membara Lagi, 9 Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

“Sehingga mereka rakyat kecil tetap bisa bekerja mencukupi kebutuhan keluarga. Bukan malahan dioprak – oprak dan disuruh tutup,” ucapnya prihatin.

Saran dan himbauan dari pemerintah daerah agar masyarakat tetap di rumah saja akan lebih tepat bila diterapkan kepada masyarakat yang sudah berkecukupan dan mempunyai stok uang dan sembako lebih dari cukup. ” Kalau rakyat kecil tidak bisa efektif apalagi untuk pekerja buruan lepas dan upah harian,” pungkasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru