oleh

Dampak Wabah Covid-19 UMKM (Usaha Micro Kecil Menengah) Banyak Gulung Tikar

Pangandaran-kicaunews.com, Dengan merebaknya wabah Virus Corona pergerakan roda ekonomi makin hari makin melambat bahkan bukan lambat lagi dari ke hari terus mengalami kemunduran.

Dengan sulitnya akses Transfortasi antar Kota/antar Provinsi mengakibatkan sulitnya Ekport beberapa Komoditas hasil Pertanian, Perikanan, Perkebunan bahkan hasil olahan dari berbagai macam Produk Kerajinan.

Maka secara tidak langsung tidak ada proses transaksi dan peredaran uang makin langka, sedangkan kebutunan akan biaya hidup tetap berjalan yang ahirnya hidup konsumtif dengan anjuran Lockdown (diam di ruman).

Secara tidak langsung masyarakat agar diam tidak ada aktipitas di luar rumah, tidak produktif dan sendi-sendi proses ekonomi secara perlahan mati satu demi satu.

Sektor ekonomi selaku penggerak sektor lainnya yaitu usaha Micro ‘kecil dan menengah’ langsung berjatuhan (gulung tikar) dan itu dirasakan olen beberapa pengusaha Micro yang berada di Kabupaten Pangandaran.

Tarli Sutarli salah satu pelaku UMKM pengelola usana Kopi cap Bueuk yang berada di Dusun Golempang Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang omsetnya mencapai 7 hingga 12 juta rupiah perbulan, dengan dilanda krisis Pandemi Corona ini hampir menutup usahanya karena omsetnya dari hari ke hari menurun drastis.

Bilamana situasi ini terus berlanjut, bukan hal yang tidak mungkin sektor lainnya akan terus menurun dan krisis yang makin parah akan melanda dunia usaha dan sektor usaha lainnya.

Menurut Tarli Sutarli selaku pengelola usana Kopi cap Bueuk, bahwa sektor UMKM akan berimbas terhadap sektor Pertanian- Perikanan dan sektor lainnya.

“Upaya untuk menghindari  kebangkrutan maka sektor Pertanian yang harus diperkuat, karena sektor ini berhubungan langsung dengan pangan Manusia.” jelas Tarli.

“Sektor Pertanian yang tidak terlalu rentan terhadap pengaruh Global,
kalau kondisi ini terus berlanjut maka kita pasrah akan taqdir dari kenyataan, namun kalau Pandemi Virus Covid-19 ini berlalu, harapan kami untuk Pemerintan agar memperkuat sektor pemberdayaan dan Pertanian.” ungkapnya.

Baca juga :  Bocah Laki-Laki Ditemukan Tewas Hanyut di Sungai

“Karena hari ini kita rasakan sektor Pariwisata yang notabene menjadi unggulan tidak bisa berkutik, sedangkan kebutunan pangan selama kita hidup tetap ada.” pungkas Tarli.
***Nurzaman***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru