oleh

Riski Alfarizi, Ketua HMJ Kelompok Study Manajemen Universitas Esa Unggul Kecam Pernyataan Aliansi Mahasiswa Jakarta

Jakarta, Kicaunews.com – Menyikapi hasil konferensi pers aliansi mahasiswa Jakarta terkait tanggapan mereka terhadap wacana lockdown untuk DKI Jakarta dan Menilai Fasilitas hotel bintang lima untuk tenaga medis berlebihan, selaku ketua himpunan mahasiswa jurusan Kelompok studi manajemen saya mengecam pernyataan tersebut. Pernyataan sangat tidak etis dilontarkan ditengah merebaknya epidemi tersebut. Persoalan Covid-19 bukan hanya persoalan Jakarta, tetapi persoalan seluruh daerah di Indonesia. Mereka (aliansi mahasiswa Jakarta) harusnya memandang ini dalam hal lebih luas, mengingat semakin hari korban semakin bertambah banyak baik itu dari masyarakat maupun tim medis itu sendiri.

Terkait fasilitas yang dinilai berlebihan ini merupakan bentuk pengkerdilan terhadap rekan-rekan media yang menjadi garda terdepan dalam menangani Covid-19. Apalagi kita sama-sama tahu bahwasanya ketersediaan alat medis maupun tempat sebagai media pengobatan wabah ini masih terbatas. Selain itu, rekan-rekan medis juga banyak yang sudah menjadi korban, maka oleh karena itu saya sangat mengecam pernyataan aliansi mahasiswa Jakarta yang merendahkan perjuangan rekan medis.

Pernyataan terkait lockdown juga saya sayangkan dan mengecam, karena sebagai mahasiswa kita harus melihat kondisi urgent bangsa ini. Jangan hanya sekedar memberi gagasan, karena hanya mengantarkan pada ketidakpastian. Jelas seluruh elemen masyarakat dirugikan, pemerintah hanya mengeluarkan himbauan untuk tetap dirumah, tetapi belum ada kepastian terkait bantuan pemerintah kepada masyarakat, hanya sekedar kabar angin dari pemerintah saja. Belum lagi pemerintah masih tidak tegas terhadap WNA yang beberapa kali masih leluasa masuk ke dalam negeri, dan perusahaan besar yang mengabaikan himbauan dan menyengsarakan pekerjanya.

Terakhir, selaku mahasiswa haruslah kita menjadi jembatan penyelesaian masalah. Kita tahu bahwa pemerintah tidak ada ketegasan berupa kebijakan yang benar-benar memihak, melainkan blunder-blunder yang terus mereka lontarkan. Jika mahasiswa masih senang berstatement layaknya pemerintah yang suka blunder, lepas saja alamamater mu ganti arahmu menjadi buzzer pemerintah saja. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru