oleh

Soal Pernyataan Walkot tentang 24 Pasien Meninggal Covid -19. Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perbaiki Kualitas SDM Agar Tak Salah Input

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Sehubungan adanya pemberitaan pernyataan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang dimuat di media soal jumlah meninggal 24 orang  positif covid 19 dikatakan Rahmat  Effendi itu salah kutip.

“Kemarin itu dikutip salah, yang benar adalah sudah ada berdasarkan laporan UPTD Pemakaman sebanyak 24 orang meninggal dinyatakan dengan penyakit khusus dan dengan SOP Pemakaman Pemularasan. Hasil litbangkes menyatakan P+ dan daftar nya belum,”ujarnya. Kamis (2/4/2020).

Menanggapi pernyataan Walikota Bekasi yang disebut salah kutip data soal kematian pasien covid -19, Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi menegaskan perlunya perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola data web tentang Covid -19 agar  tidak salah input.

“Saya sudah minta walikota agar SDM yang mengelola data web tentang Covid – 19 diperbaiki dan divalidasi datanya sehingga pak wali tidak salah mendapatkan input data tersebut,” ungkap Sardi saat diita tanggapannya, Kamis (2/4/2020).

Politisi PKS ini pun mengatakan perlunya keakuratan data yang berhasil divalidasi tim Dinkes. ” Sekarang yang divalidasi adalah data orang meninggal? Memangnya yang meninggal itu betul karena Covid 19 atau bukan atau ada penyakit lainnya. Dan sekarang saya minta Dinkes juga punya standar dalam pemulasaran jenazah. Jangan semua jenazah dibungkus seperti orang terkena covid 19 padahal bukan jadi bikin resah ditengah masyarakat,” tegas Sardi.

Jika tidak ada kejelasan penyebab kematian seorang pasien kata Sardi, masyarakat jadi tidak bisa berbela sungkawa gara – gara issue kematian Covid 19 padahal tidak dan hasil laboratorium Kemenkes saja belum keluar.

“Dinkes saya minta agar mengarahkan dalam setiap orang atau RS, Puskesmas atau dokter ketika membuat surat keterangan kematian harus cermat dan diteliti dulu rekam medis setiap jenazah yang ada,” pintanya.

Baca juga :  Pilbup Paser 2020, Para Lembaga Adat harus Berperan Aktif

Sementara menurut dr.Fikri Kabid. Pelayanan Jamiman Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengatakan data yang diterima pihaknya menyebutkan hanya satu pasien Covid – 19 yang dinyatakan meninggal sedangkan 23 pasien meninggal lainnya masih dikonfirmasi dan data meninggal di dapat dari RS hampir serentak pada tanggal 29-31Maret 2020.

“Yang positif 1 (meninggal covid -19 red) dan 23 meninggal belum terkonfirmasi dan data meninggal di dapat dari RS hampir serentak tgl 29-3,” pungkasnya.
(Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru