oleh

Diduga Rugikan Negara, 7 ASN Kota Kupang Resmi Dilaporkan Ke Komisi ASN

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Sebanyak tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Kupang, telah resmi dilaporkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Demikian disampaikan pelapor yang enggan namanya disebutkan kepada media pada Jumat (27/03) siang kemarin.

Dalam keterangannya, Menurut pelapor, laporannya tersebut telah diterima Bagian Humas KASN pada tanggal 23 Maret 2020 dan telah ditingkatkan ke bagian Pokja auditor untuk selanjutnya dilakukan pengkajian dan pemeriksaan dokumen terkait dugaan perbuatan tersebut.

Dirinya menyebutkan, Dilaporkannya 7 ASN Kota Kupang lantaran adanya dugaan perbuatan pelanggaran kode etik dan kode perilaku yang berakibat pada tindak pidana dalam jabatan pada pengadaan pakaian seragam siswa TK Formal, SD/Mi dan SMP/Mts kota kupang tahun 2019 yang terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp. 6.163.289.940,50.

Dirinya menguraikan, alasan pelaporan terhadap dugaan perbuatan melampaui kewenangan dari masing-masing ASN Kota Kupang dalam pengadaan pakaian seragam tersebut dikarenakan telah terindikasi memenuhi unsur pelanggaran kode etik dan kode perilaku yang mana pula ditenggarai telah melanggar sejumlah ketetapan aturan tentang tata kelolah penggunaan keuangan negara yang dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh ASN.

“Dalam laporan itu sudah saya jabarkan beberapa bukti, diantaranya adanya dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan kontraktor pemenang tentang hasil uji laboratorium Bandung yang secara fisiknya dapat dibuktikan bahwa hasil uji laboratorium tersebut sengaja di scan dan dirubah spesifikasinya,” Jelas Pelapor.

Pelapor menambahkan, Sudah saya jelaskan juga kepada pihak KASN bahwa bukti uji laboratorium itu sengaja dipalsukan dari yang aslinya. “Karena hasil uji laboratorium yang asli itu tidak seperti yang tertera di dokumen kontrak. Bahwa yang sebenarnya spesifikasi jenis kain yang seharusnya dipakai dalam pengadaan pakaian seragam sekolah itu adalah jenis kain Poliester dan bukannya jenis kain Famatex ataupun Tetoron Olino,” Terang Pelapor.

Tidak hanya itu, Saya juga sudah melampirkan sejumlah bukti diantaranya; Dokumen Kontrak, hasil uji laboratorium Bandung yang asli untuk disandingkan dengan hasil uji laboratorium versi kontraktor pemenang, bukti penggunaan keuangan negara tanpa penetapan KUA-PPAS dan beberapa surat menyurat yang asli baik dari Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas terkait dan Surat tanggapan dari pihak laboratorium Bandung.

Diberitakan sebelumnya pada desember tahun lalu, Dimana Adanya sebuah laporan dari masyarakat kota Kupang yang diterima redaksi melalui surat berikut format laporan pada Rabu (25/12) ke redaksi kicaunews beserta sejumlah bukti-bukti soft copy berupa dokumen kontrak pengadaan pakaian seragam, sampel kain seragam yang diduga tidak sesuai spesifikasi, serta dokumen hasil uji laboratorium bandung yang asli beserta dokumen hasil uji laboratorium yang sengaja di scan untuk melengkapi persyaratan kontrak.

Dimana Sebelum melakukan pemberitaan, sesuai Kode Etik Pers dan UU pers untuk membuktikan kebenaran Dokumen tersebut, redaksi kemudian melakukan konfirmasi kepada pelapor melalui nomer kontak yang dilampirkan 081337xxxxxx pada kamis (26/12/2019).

Tidak hanya itu, salah satu Penyidik Senior Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Akhirnya angkat bicara soal adanya dugaan pelanggaran Kode Etik dan Kode Perilaku Dalam Pengadaan Seragam Di Pemkot Kupang Tahun 2019.

Dalam pemberitaan tahun lalu, Saat dikonfirmasi redaksi pada kamis malam, (26/12/2019) melalui pesan whatsapp menanggapi Laporan masyarakat atas dugaan perbuatan melampaui kewenangan, dugaan pelanggaran kode etik dan kode perilaku ASN dalam pelaksanaan pengadaan pakaian seragam siswa TK Formal, SD dan SMP Kota Kupang tahun 2019, adi mengakuinya sebagai perbuatan yang melawan hukum. (TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru