oleh

Rapat Khusus KTS Tentang Corona Dipimpin Langsung Ketua Dewan Pembina Yuddy Chrisnandi dari Kyiey Ukraina

KICAUNEWS.COM – Alkisah Di Tatar Sunda ada seorang Raja yaitu Sri Baduga Maharaja Niskala Wastu Kencana seorang raja yang adil dan bijaksana, dimasa kekuasaannya yang hampir 90 tahun tidak pernah terjadi musibah apapun baik bencana alam seperti gunung yang meletus, banjir, gempa maupun wabah yang mematikan. Rakyatnya tentram, subur, makmur loh jinawi.

Pada masa kecil sang raja yang bijaksana itu dimasa kecilnya selalu mendekatkan diri pada sang Khaliq sudah manunggaling Gusti dengan cara bertapa dan jenis pendekatan spritual lainnya hingga akhir hayatnya. Berkaca pada itu mari semua bermunasabah diri pada Alloh SWT hakekatnya dengan adanya mahluk yang super mikro tidak nampak ini telah mengguncangkan miliaran umat manusia di seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu KTS menyarankan khususnya kepada masyarakat Tatar Sunda dimanapun untuk senantiasa mendekatkan diri pada Alloh SWT bahwa ada banyak hikmah besar yang terkandung dibalik kejadian ini. Ketika banyak manusia yang lalai maka Tuhan telah dan sedang melakukan seleksi terhadap negara-negara dan rakyatnya agar sadar akan keberadaannya sebagai mahluk.

Hasil keputusan dan rekomendasi Rapat untuk disampaikan kepada seluluh jajaran Karukunan Tatar Sunda
Terkait Covid 19.

1. Turut Memberikan saran kepada pemerintah pusat maupun pemerintah setempat hingga tingkat RT dan masyarakat . Yaitu untuk membuat SOP di masing-masing Desa Agar masyarakat sadar pentingnya menjaga diri, memproteksi bagi siapapun di lingkungannya yang datang dari luar daerah siapapun untuk di sterilisasi agar mengantisipasi terjadinya penularan kepada warga masyarakat, di hawatirkan membawa virus dari luar baik yang dari atau warga asli yang bekerja atau berpulang dari daerah lain dengan juga menyediakan di gerbang – gerbang desa alat disinfektan atau setidaknya hand sanitizer (pembersih tangan).

Baca juga :  Maling Motor Di Tangerang Kota, MM Dan NP Bakal Nginap Lama Dipenjara

2. Tidak henti menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan Sosial Distancing seperti Menjaga Jarak, menghindari kerumunan/keramaian serta membersihkan diri secara rutin termasuk pakaian jika dari luar rumah. Disarankan kepada Masyarakat yang memiliki rejeki lebih untuk menyediakan Hand Sanitizer di lingkungannya.

3. Hasil analisa Masa tanggap darurat 3 bulan pertama akan paling terasa oleh masyarakat perkotaan yang dimana ketersediaan bahan pokok dan lainnya terbatas di mall atau swalayan yang kemudian operasinya dibatasi, lalu 3 bulan kedua akan di rasakan maayarakat di Pedesaan dengan berbagai kondisi, dan 3 bulan ketiga akan di rasakan masyarakat kelas menengah dan pada 3 bulan ke empat akan di rasakan masyarakat kelas atas yang kemudian sebagian konglomerat akan meninggalkan Indonesia mencari tempat yang lebih aman dan masa pemulihan setidaknya membutuhkan waktu 1 tahun untuk normalisasi. Maka dari itu mari mulailah berhemat dan mengatisipasi hal-hal yang dimungkinkan.

4. Warga Tatar sunda untuk Kembali membangkitkan semangat Kebersmaan. “Sapapai samamanis” silih asah silih asuh silih asih, saling menjaga lingkungan, tetangga, saudara dan handai tolan dimanapun agar senantiasa waspada dan bekerjasama terutama di lingkungan untuk lebih meningkatkan kepedulian bukan saling mencurigai. Seperti menggiatkan kembali SIskamling Atau bentuk kebersamaan lainnya dalam rangka melakukan langkah-langkah prefentif.

5. Bermunajat di masa sosial distancing yang lebih banyak beraktifitas di rumah, mari maksimalkan waktu untuk kita lebih mendekatkan diri pada Alloh SWT baik dengan cara Berkhalwat atau bentuk lainnya sebagai wujud pentafakuran diri serta bermunajat kepada Alloh SWT agar musibah yang menimpa negeri ini maupun seluruh dunia segera Alloh mencabutnya dan kembali bisa normal. Rutin Membaca Alqur’an dan berpuasa sunnah (husus umat islam) serta banyak mengingat Zikir yang terus meneru(zikrun aznabiyyun) agar kita semua selamat dunia akhirat.

Baca juga :  Komnas Anak Jateng Mempunyai Bukti Rekaman Percakapan DIAR Staff Sekolah Pelita Hati Montessori

Semoga kita semua diberikan keselamatan dannterhindar dari musibah dan bagi saudara-saudara yang sedang sakit semoga segera di angkat penyakitnya dan baginyang ditinggalkan semoga diberi ketabahan.

Cag Rampes..
Karukunan Tatar Sunda
Prof.Dr.H.Yuddy Chrisnandi, ME.,SH (ketua dewan pembina)
Aceng A Nasir (koordinator)
Yang hadir :
Didin
Rahmat
Rambe

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru