oleh

Odontologi Forensik : Mengungkap Misteri Melalui Gigi

KICAUNEWS.COM –Indonesia sebagai negara yang berada di wilayah ring of fire, yaitu daerah di sekitar Samudra Pasifik yang rentan mengalami bencana seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir dan tsunami. Bencana yang terjadi karena manusia seperti misalnya bom, kecelakaan pesawat, kapal tenggelam dan konflik.

Bencana yang terjadi baik karena manusia maupun alam menimbulkan banyaknya korban jiwa yang tidak dikenali atau tidak memiliki identitas.

Identifikasi pada korban bertujuan untuk menetapkan identitas korban dengan tepat. Sarana identifikasi primer dapat melalui sidik jari, DNA, dan odontologi sedangkan sarana identifikasi sekunder dapat melalui data medis, properti seperti baju yang terakhir digunakan dan kartu tanda pengenal/foto.

Odontologi forensik adalah salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang menggunakan gigi geligi untuk kepentingan identifikasi dan kepentingan peradilan atau penegakan hukum. Salah satu ruang lingkup odontologi forensik adalah membantu tugas kedokteran forensik pada kasus-kasus yang memerlukan identifikasi dengan sarana gigi.

Gigi dapat digunakan sebagai sarana identifikasi karena memiliki derajat individualitas yang tinggi, kemungkinan menemukan dua orang yang sama giginya adalah satu per dua triliun. Adanya karakteristik yang unik seperti pola erupsi, susunan, bentuk gigi dan perawatan seperti tambalan serta cabut menyebabkan gigi sangat khas bagi seorang individu.

Selain itu, gigi memiliki derajat kekuatan dan ketahanan terhadap suhu, kimia dan terdapat di bagian mulut yang terlindungi dari otot-otot bibir dan pipi yang cukup memberikan perlindungan terhadap kerusakan seperti trauma mekanis, termis dan dekomposisi.

Informasi yang dapat diperoleh dengan menggunakan gigi sebagai sarana identifikasi antara lain perkiraan usia korban, jenis kelamin, ras, bentuk wajah, DNA dan mencari ciri ciri khusus pada korban misalnya ada gigi yang patah atau lubang yang dapat dikenali oleh keluarga/kerabat korban.

Metode identifikasi identitas  korban dengan sarana gigi salah satunya dengan cara membandingkan data postmortem (hasil pemeriksaan korban setelah kematian) dan data antemortem (data gigi korban sebelum kematian). Hasil yang diharapkan dengan membandingkan data postmortem dan antemortem adalah diketahuinya nya identitas korban yang diidentifikasi tersebut.

(Artikel ini ditulis dan dikirim oleh Nur Fauziana Hayuningtyas Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dan Artikel ini menjadi tanggung jawab dari penulis)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru