oleh

Pertanyakan Keberadaan Resapan Air Blue Plaza , Dewan akan Panggil Pihak Terkait

Kota Bekasi, Kicaunews.co – Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak mempertanyakan perihal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Mal Blu Plaza. Pasalnya kehadiran mal tersebut dituding menjadi penyebab banjir di lokasi sekitar.

Politisi Partai Demokrat itu menilai, pembangunan berskala besar harus melihat dampak sekitar. Dia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengkroscek perizinan mal yang berada di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi itu.

”Saya meminta DLH Kota Bekasi segera meneliti dokumen Amdal Blu Plaza. Apakah sudah dikantongi atau belum, lalu perhatian terhadap lingkup sekitarnya bagaimana,” katanya, pekan lalu.

Lanjutnya, jangan sampai ada pengusaha yang berinvestasi di wilayah Kota Bekasi namun tidak mengikuti kaidah peraturan yang dibuat oleh pemerintah, serta tidak memperhatikan lingkungan.

Pihaknya juga mempertanyakan folder air yang sejatinya sebagai area resapan atau penampuang untuk antisipasi banjir.

”Tandon air adalah salah satu syarat yang mesti dipenuhi sebelum diterbitkannya Amdal. Jika realita di lapangannya seperti ini, maka dugaan tidak ada Amdal semakin jelas. Saya minta pihak eksekutif bertindak tegas,” tambahnya.

Selain Dinas Lingkungan Hidup, dirinya juga mempertanyakan peran Satpol PP Kota Bekasi yang seharusnya menindak para pelaku usaha yang melanggar aturan.

”Jika memang Blu Plaza tidak memiliki kelengkapan perizinan, saya kira Satpol PP punya wewenang bertindak. Tugas mereka adalah aparatur penegak Perda, jadi jangan diam dan pilih kasih menindak pelaku pelanggaran,” tuturnya.

Jack–sapaan akrabnya–mengaku bakal memanggil pihak terkait untuk mencari solusi dampak yang ditimbulkan. ”Mereka wajib taat terhadap peraturan yang berlaku. Saya berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait guna meluruskan masalah ini. Kita akan panggil Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, Satpol PP, pihak Blu Plaza dan yang terkait dalam masalah ini,” tegasnya.

Baca juga :  Hari Ini, IPDN Jakarta Lahirkan 1 Doktor Ilmu Pemerintahan

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, terkait Mal Blu Plaza dirinya meyakini bahwa izin sudah ada. Karena Mal tersebut sudah berdiri lama. Pihaknya menjelaskan bahwa IMB tidak dikeluarkan jika Amdal belum terpenuhi.

”Saya akan melakukan pengecekan dokumen satu-persatu. Karena izin Amdal yang kita keluarkan tidak hanya satu tapi banyak. Nanti saya akan cek dulu dokumennya,” ucap Yayan ketika dihubungi awak media.

Terkait folder air yang juga dipertanyakaan keberadaaannya, Yayan mengaku akan melihat kembali site plan, apa saja yang sudah dipenuhi pihak Blu plaza.

”Saya akan buka dokumennya, kita lihat apakah di situ (Blu plaza) tandon air, sumur resapan itu harus kita lihat. Dan itu dalam site plan ada,” terangnya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Marketing Communication Manager Mal Blu Plaza, Sufala Handri, mengaku akan menanyakan terlebih dahulu ke manajemen. ”Nanti coba tak saya tanyakan dulu ke manajemen yach,” singkatnya.(Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru