oleh

Salut, Grand Wisata Terapkan Role Model Partisipasi Warga Guna Memutus Mata Rantai Wabah COVID – 19

Tambun Selatan, Kicaunews.com – Warga Perumahan Grand Wisata, Desa Lambangsari,Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi secara proaktif membentuk gugus tugas penanggulangan kasus Covid -19 di lingkungannya guna memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya yang sudah menimpa salah satu warganya terkena positip Covid-19 tersebut.

Bahkan satu keluarga dari pasien positip  tersebut tengah menjalani isolasi guna mendapatkan penangganan dini pencegahan virus corona. Melihat kondisi seperti itu di lingkungan perumahannya,warga berinisiatif untuk menemukan dan mendata warga  yang kontak dengan pasien selama beliau terpapar sampai beliau mulai dirawat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Menurut Kepala Puskesmas Tambun, dr.Novrizal atau akrab dipanggil dr Arie.M.Noer Tim Gugus Tugas bentukan warga berhasil mendapatkan 29 orang warga yang kontak dengan pasien selain keluarga pasien.

“Dan mereka dijadikan 29 orang tersebut dengan status Orang Dalam Pemantauan(ODP). Mereka lakukan pemantauan ODP mandiri dibawah komando bu RW,” ungkap dr.Novrizal, Sabtu (21/3/2020) saat dikonfirmasi terkait tulisannya di akun facebooknya.

Novrizal pun mengaku salut dan mengapresiasi langkah positip yanh dlakukan warga Perumahan Grand Wisata karena kekompakan dan keinginan untuk berbuat sesuatu untuk memecahkan masalah. Semua berasal dari pengetahuan mereka tentang adanya kasus positif di tengah tengah mereka. “Mereka jadi punya semangat dan antusiasme untuk melakukan sesuatu yang sangat bermakna. Mereka tau apa yang harus dilakukan,” ucapnya bangga.

Warga yang tergabung dalam tim gugus tugas juga memastikan ODP tidak keluar rumah dan mereka memastikan pasokan makanan untuk ODP.  Warga sediakan dan antarkan ke rumah ODP. “Mereka mengedukasi warga bahwa ODP adalah korban yang harus mereka handle bersama sama, untuk memastikan pemutusan rantai penularan bisa dilakukan,” kata Novrizal.

Baca juga :  Bahtiar: Segera Ajukan Ke Pusat Wisata Lagoi Dibuka Untuk Wisman

Hal ini akan membuat ODP merasa terlindungi dan nyaman karena pasokan makanan tersedia sekaligus dan warga merasa aman. Setiap hari mereka menyampaikan hasil pemantauan ke seluruh warga by Whatsaap. Tentunya tidak menyebut nama, hanya ODP. dengan menyebut hanya nomornya.

“Mereka juga berinisiatif bikin masker sendiri dan desinfeksi lingkungan secara mandiri 2X sehari.
Apa yang mereka lakukan menurut saya adalah idealnya partisipasi masyarakat membangun ketahanan sosial melawan COVID 19,” jelasnya.

Ia pun mengharap kalau saja semua masyarakat bisa dikondisikan seperti di Grand Wisata (GW), Kepala Puskesmas Tambun ini yakin masyarakat bisa segera memutus rantai penularannya. “Tadi kita woro – woro di seluruh cluster GW,” lanjut Novrizal.

Dan sekaranh ini kata Nonrizal seharusnya kita melibatkan dan melatih masyarakat sebagai pemantau ODP. Mereka harus mengambil tanggung jawab sosial, saat ada tetangga yang positif atau ODP.

Lanjut Novrizal, mereka akan mengorganisasi diri untuk membantu tetangga yang ODP, memastikan tetangga tersebut tetap ada di rumah, memasok makanan ke tetangga tersebut karena tidak boleh keluar rumah dll. Bukannya malah dihindari, diasingkan dan dibully. Isolasi secara mandiri yang dibantu oleh masyarakat akan jauh lebih efektif dan efisien. Mereka akan terbangun rasa tanggung jawabnya, karena akan berakibat langsung pada mereka. Mereka harus didasarkan bahwa ODP adalah korban yang harus dibantu.

“Jika dengan data yang tertutup seperti sekarang ini, tidak mungkin melakukan hal seperti ini. Malah memunculkan kecurigaan dan saling tuduh dan bisa bisa chaos,” tegasnya.

Membangun ketahanan sosial masyarakat itu penting. Menumbuhkan kepedulian sosial itu, modal utama ketahanan bangsa. Tak akan bisa ditanggung pemerintah semata. Lihat saja semua kocar kacir. Serba terlambat, serba salah, ungkapnya.

Baca juga :  Kapolres Banjar Bagikan Masker dan Sosialisasikan 3M di Pasar Langensari

Tekhnisnya kata Novrizal, satu ODP dibantu pengawasan oleh 4 keluarga tetangga, akan sangat efektif. ODPnya juga tenang, tidak kelaparan, masyarakat di sekitar juga tenang rantai penularan sudah diputus dan kepedulian sosialnya tumbuh. Maka akan tumbuh rasa saling menjaga diantara mereka.

“Pemerintah jaga saja rantai pasokan makanan, pastikan pintu masuk negara ini benar benar sudah terasa dimaksimal. Yakinkan APD alat pelindung diri tersedia di masyarakat. Juga pastikan RS Rujukan sudah siap menerima pasien dan tersedia peralatan yang memadai,”pungkasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru