oleh

Perlindungan Insan Pers dari Bahaya Covid -19, IWO Kota Bekasi Himbau Pemkot Bekasi Terapkan Tekhnologi Digital untuk Peliputan

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Menindaklanjuti akibat terpaparnya Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dinyatakan positif  virus corona atau covid-19 yang menyebabkan 12 wartawan yang meliputnya dinyatakan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi menghimbau kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menerapkan jaga jarak kepada insan pers dalam memberikan segala informasi kegiatan Pemkot dengan menggunakan fasilitas tehnologi digital.

Untuk itu guna mengantisipasi penyebaran virus covid -19, Ketua IWO Kota Bekasi, Iwan Nendi menghimbau bagi para jurnalis dan juga lembaga/instansi pemerintahan maupun swasta atau perorangan untuk
membantu Pemerintah dalam melawan virus corona.

“Wartawan harus jaga kebersihan diri dan kesehatan dan upayakan wawancara dengan narasumber via handphone selain itu menghimbau instansi atau lembaga pemerintahan atau swasta atau perorangan tidak menggelar preskonfren yang melibatkan banyak orang atau awak media, cukup mengirimkan rilis/naskahnya,” ungkap Iwan, Sabtu (20/3/2020).

Salah satu pengurus IWO Kota Bekasi, Sofiyah Prilestari pun sependapat dengan himbauan Ketua IWO Kota Bekasi yang meminta agar peliputan kegiatan Pemkot Bekasi yang biasa diliput oleh awak media seyogyanya mulai saat ini Humas Pemkot Bekasi bisa menggunakan tehknologi digital seperti media sosial WhatsApp, Instagram, Facebook dan chanel Yuotube untuk memudahkan Pemkot Bekasi dan awak media dalam mengakses informasi.

“Pemerintah sudah menerapkan Work From Home untuk semua pegawai pemerintah dan swasta, untuk itu wartawan pun patut mendukung langkah Pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan bekerja di rumah,” jelas Sofi.

Kekhawatiran akan tertularnya awak media saat menjalani profesinya menjadi hal yang wajar ditengah makin seriusnya bahaya Covid -19 yang sudah mencapai 450 orang positip dan pasien meninggal sebanyak 38 orang per hari ini (Minggu,21/3/2020) di Indonesia.

Baca juga :  Monitoting PPKM Jajaran Polsek Cisarua Sosialisasikan Juga 3M Dan 1T

Apalagi paska dinyatakannya Walikota Bogor Arya Bima positip Covid 19 pada Jumat 20 Maret 2020 lalu, Dinkes Kota Bogor tidak hanya melaporkan Walikota Bogor positif terinfeksi corona ada satu pejabat lain yang ikut serta dengan kunjungan ke luar negeri bersama Bima juga dinyatakan positif.

Bahkan sepulang dari kunjungan itu, Walikota sempat bertemu dengan wartawan dan melayani beberapa pertanyaan wartawan dan saat ini ke 12 wartawan tersebut dinyatakan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Dalam sesi preskon itu dihadiri 12 awak media. Saat ini, 12 orang itu masuk dalam kategori ODP dan akan diperiksa,” kata Kepala Bagian Humas Protokol pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Rudiyana, Jumat (20/3/2020).

Bima Arya tercatat sebagai pasien pertama di Kota Bogor yang terinfeksi corona. Selain Bima, satu pejabat di Bogor juga terinfeksi corona.

Hingga Kamis 19 Maret 2020 kemarin, Dinkes Kota Bogor merilis jumlah ODP sebanyak 74 orang dan 21 orang dinyatakan sudah lepas dari pemantauan.

Sementara jumlah PDP sebanyak 6 orang dan satu orang sudah lepas dari pengawasan dan lima lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Rudi menambahkan, setelah melakukan kunjungan ke luar negeri, Walikota melakukan aktivitas di rumah melalui telekonferensi, juga memandu pekerjaan melalui komunikasi jarak jauh. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru