oleh

KBU Hijau Kembali, Kol. Inf Asep Rahman Taupik :”Ini Keseriusan Sektor 22 Satgas Citarum Harum”

CIMEUNYAN,KICAUNEWS.COM -Satgas Citarum Harum Komandan Sektor 22, melakukan penanaman poho Kayu Manis sebanyak 400 pohon, di Kawasan Bandung Utara (KBU)  Desa Merakdampit Kec.Cimenyan, Kab. Bandung. Sabtu (21/03/2020).

Adapun Lahan kritis diwilayah merakdampit, merupakan lahan carik (jatah garapan Kepala Desa) seluas 32 Ha, yang ditanam tanaman sayuran seperti, bawang merah, kentang dan kubis (kol), bahkan wilayah ini terkenal dengan komoditi sayuran bawang merah hingga tersebar ke seluruh Nusantara.

Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, menyampaikan, bahwa lahan carik seluas 32 Ha ini memerlukan (+-) 12.000 tanaman keras, sebagai pelindung juga untuk memerbaiki ekologis agregat tanah supaya tidak kritis lagi.

Tanggapan yang sepaham, dari beberapa penggarap di merakdampit (Bp. Otang, Nanang bahkan Ket. Rw) mengatakan, “kami membutuhkan tanaman keras sebagai pelindung, selain dari menghindari bahaya erosi dan banjir, maka kami siap akan memeliharanya dengan layak” ucapnya.

Dansektor 22 langsung merespek tanggapan tersebut, langsung memertanyakan, kira-kira butuh tanaman apa yang pantas ditanam di daerah ini, supaya para penggarap mau merawat tanaman dengan benar, sehingga para penggarap jelas akan memeliharanya, maka munculah jawaban rata-rata penggarap dominan ke permintaan pohon alpukat dan ekaliptus (surian).

“Insha Alloh akan saya cari tanaman yang masyarakat butuhkan, apabila sudah ada bibit tanaman yang mereka pinta, kami akan langsung menanam di daerah ini, supaya bibit yang kami tanam sesuai dengan harapan kita, yaitu tumbuh subur dan bermanfaat buat mereka, yaitu perbaikan ekologis agregat tanah juga bisa menambah penghasilannya”. tegas Dansektor 22.

Kejelasan permintaan para penggarap ini dilontarkan pula  melalui gerilya satgas dengan sosialisasi terus menerus kepada para penggarap, supaya masyarakat serius memeliharanya sehingga tindakan dari Dansektor 22 dalam menanam pohon tidak sia sia.

Baca juga :  Peringatan HUT RI KE 72 di desa dadiharja kec Rancah

“Saya pun terang terangan minta kepada para penggarap, supaya tanaman yang kami berikan bahkan sudah hampir 27.000 di KBU mereka mau memeliharanya, supaya tidak mubadzir,,gitu” harap Dansektor.

Dengan tindakan yang dilakukan Satgas Citarum Harum Sektor 22 menyebar di KBU, merupakan keseriusan untuk mengembalikan status kritisnya KBU menjadi hijau oleh tanaman keras, sehingga fungsi ekologis agregat tanah muncul kembali,

“Kondisi di KBU saat ini bisa dirasakan, dengan naik turun kita jalan diperbukitan, namun tidak sesejuk yang kita harapkan karena tanaman kerasnya bisa kita lihat sendiri, makanya kita datang lagi kesini untuk menanam pohon yang mereka pinta, setelah tiga hari kebelakang kita melakukan silaturahmi dan sosialisasi dengan para penggarap.” tutur Dansektor 22.

Komandan sektor 22, sangat memertimbangkan bahwa dengan terkenalnya Komoditi Bawang Merah di Merakdampit ini, karena adanya paradigma yang berlawanan antara departemen pertanian dengan departemen kehutanan.

Untuk menghilangkan dua paradigma tersebut, menurut Dansektor 22, dengan menanam pohon keras pelindung dan buah-buahan, tidak menghilangkan mata pencaharian Masyarakat, kehadiran dua karakter tanaman ini sama sama dibutuhkan mereka, baik tanaman sayuran maupun tanaman keras.

(***)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru